Purwaningsih Sutiarti : Perempuan NTB Maju, NTB Gemilang Segera Terwujud !!

Advertisement

Purwaningsih Sutiarti : Perempuan NTB Maju, NTB Gemilang Segera Terwujud !!

KATAKNEWS.com
Selasa, 09 April 2019

Hj Purwaningsih Sutiarti.


MATARAM - Pertumbuhan ekonomi makin banyak peluang sekaligus tantangan menuju era industri 4.0.

Hal ini membuat masyarakat harus mampu meningkatkan kapasitas untuk bisa bersaing secara global di masa mendatang.

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk salah satu sektor yang mau tidak mau harus menyesuaikan diri menyongsong era industri 4.0 ini.



Caleg DPR RI dari Partai Golkar Nomor urut 5 Dapil NTB 2/Pulau Lombok, Hj Purwaningsih Sutiarti mengatakan, teknologi digital menjadi sebuah keniscayaan dalam dunia usaha.

Dalam waktu ke depan, hal ini juga harus membawa manfaat positif bagi pengembangkan sektor UMKM Indonesia, termasuk di Lombok, NTB.

"UMKM harus mulai memanfaatkan teknologi digital, untuk promosi dan memasarkan produk," kata Purwaningsih, Selasa (9/4) di Mataram.

Ia memaparkan, di Lombok UMKM di bidang ekonomi kreatif dan kerajinan khas memiliki peluang besar jika bisa dikelola dengan baik dan memanfaatkan IT.

Hj Purwaningsih Sutiarti, fokus perjuangkan kesejahteraan perempuan NTB.

Kain tenun khas Lombok misalnya, bisa dengan mudah dipromosikan hingga ke luar negeri dengan aplikasi digital.

Begitu pun dengan produk lokal lainnya, yang memiliki keunikan khas dan nilai seni tinggi.

"Lombok juga terkenal dengan mutiara, atau juga ada kerajinan gerabah dan cukli. Semua ini pasti menarik untuk pasar luar negeri," katanya.

Purwaningsih yang juga pengusaha fashion nasional ini memang selalu fokus pada upaya pengembangan sektor UMKM di NTB.

Apalagi sektor ini paling banyak menyerap pelaku dan tenaga kerja dari kaum perempuan.

Bagi wanita inspiratif partai Golkar ini, peningkatan kapasitas dan daya saing SDM perempuan NTB bisa menjadi pondasi kuat untuk pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

"Potensi kita besar, tapi selama ini kaum perempuan banyak yang masih susah. Banyak yang terpaksa jadi TKI ke luar karena tak ada lapangan