Sebarkan Informasi Yang Benar Tentang Presiden Jokowi, Relawan SAMAWI Blusukan ke Seluruh Desa di NTB

Advertisement

Sebarkan Informasi Yang Benar Tentang Presiden Jokowi, Relawan SAMAWI Blusukan ke Seluruh Desa di NTB

KATAKNEWS.com
Sabtu, 16 Maret 2019

MENANGKAN 01. Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) SAMAWI NTB, TGH Lalu Abussulhi bersama Sekretaris Koordinator Nasional SAMAWI, Aminuddin Ma'ruf, di sela Bimtek dan Pembekalan Kordes SAMAWI NTB, di Hotel Lombok Vaganza, Mataram. (Istimewa) 


MATARAM - Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) menugaskan sedikitnya 1.500 relawan koordinator Desa, untuk mensosialisasikan keberhasilan pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke seluruh Desa yang ada di wilayah Provinsi NTB.

Selain menyampaikan fakta-fakta pembangunan di era Jokowi, para relawan juga akan menepis dan meluruskan sejumlah isu dan hoax yang selama ini dihembuskan untuk menyerang Jokowi.

"Para (relawan) koordinator Desa ini akan turun ke Desa-Desa menyampaikan informasi dan fakta-fakta terkait dengan pembangunan yang ada di NTB khususnya kemudian di Indonesia pada umumnya, sehingga masyarakat tidak termakan isu-isu yang tidak benar terkait dengan prestasi dari bapak Jokowi," kata Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) SAMAWI NTB, TGH Lalu Abussulhi, di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pembekalan Koordinator Desa SAMAWI NTB, Sabtu (16/3), di Hotel Lombok Vaganza, Mataram.

BACA JUGA : SAMAWI Targetkan Jokowi-Makruf Raih 65 Persen Suara Nasional 

Abussulhi mengatakan, isu soal agama dan ketidakberhasilan pembangunan Jokowi masih menjadi isu utama yang dihembuskan di tengah masyarakat. Hal ini juga yang akan ditepis dan diluruskan oleh para relawan SAMAWI.

Menurutnya, masyarakat NTB harus mendapatkan informasi yang tepat dan berimbang, serta obyektif tentang keberhasilan pembangunan di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Bimtek yang digelar itu untuk memperkuat kinerja teknis para relawan khususnya koordinator Desa.

"Jadi setelah Bimtek ini, para koordinator akan langsung bergerak memberikan informasi yang benar kepada masyarakat di NTB, bahwa prestasi pak Jokowi memang luar biasa dan pembangunan di Indonesia juga merata termasuk di NTB ini," katanya.

Ia menegaskan, sejak Jokowi mengemban amanah sebagai Presiden RI, daerah NTB langsung diperhatikan dengan serius.

Salah satu bukti nyatanya adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah.

"Kawasan yang 29 tahun mangkrak, akhirnya bisa mulai dibangun di era Presiden Jokowi, di KEK Mandalika juga akan dibangun sirkuit MotoGP 2021. Ini membuktikan keseriusan pak Jokowi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsanya bagi negaranya sungguh terlihat, khususnya di Lombok atau di NTB ini," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Koordinator Nasional SAMAWI, Aminuddin Ma'ruf mengatakan, dengan Bimtek yang dilaksanakan selama beberapa hari di NTB diperkirakan para relawan akan menyentuh setidaknya 1,3 juta masyarakat pemilih di NTB.

"Alhamdulillah kita Bimtek di wilayah NTB. Mereka (para relawan) akan bekerja yang tadi sudah disampaikan 1 relawan itu akan bertanggung jawab terhadap rumah atau 300 kepala keluarga. Sehingga kalau dikonversi menjadi hak pilih, itu kira-kira 1,3 juta yang akan tersentuh oleh tim relawan yang bergerak dari rumah ke rumah," katanya.

Aminuddin mengatakan, secara nasional hasil survey dari sejumlah lembaga survey independen masih menempatkan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo - KH Makruf Amin dalam posisi unggul dari pasangan 02, dengan margin 17% sampai 20%.

Seperti jaringan relawan lainnya, SAMAWI akan berjuang untuk meningkatkan margin kemenangan Jokowi-Amin di Pilpres 17 April mendatang.

"Sejumlah lembaga survey menampilkan hasil pasangan 01 unggul 17 sampai 20 persen dari 02. Tapi ini justru menjadi penyemangat kami juga untuk terus memperbesar margin kemenangan ini. Yang kita targetkan secara nasional itu 65%," kata Aminuddin.

Selain di NTB, Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) juga melakukan upaya yang sama di sejumlah Korwil seperti di  Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. (*)