Gelagat Money Politic Mulai Terbaca, Bajang Batujai Pastikan Lawan !!

Advertisement

Gelagat Money Politic Mulai Terbaca, Bajang Batujai Pastikan Lawan !!

KATAKNEWS.com
Selasa, 26 Maret 2019

Wahyu Suriady Azhar. (Istimewa)



LOMBOK TENGAH - Gelagat praktik money politic alias politik uang dalam Pemilu 2019 disinyalir mulai nampak mendekati 17 April 2019 yang tinggal menghitung pekan.

Menyikapi kondisi itu, kelompok muda yang tergabung dalam Bajang Desa Batujai, Lombok Tengah bertekad kuat untuk melawan praktek "jual-beli suara" tersebut.

"Gelagat dan indikasi akan adanya praktik (money politic) itu sudah ada berupa dicatatnya nama-nama warga yang diberikan uang dari Rp50 ribu bahkan lebih. Ini sudah kita deteksi, dan ini harus dilawan," kata Wahyu Suriady Azhar, salah seorang pegiat Gerakan Bajang Batujai Anti Money Politic, Selasa (26/3) di Lombok Tengah.

Menurut Wahyu, selain pencatatan nama-nama warga, pihaknya juga menemukan indikasi lembaga-lembaga pendidikan non formal dan yayasan yang sudah dilobby-lobby bahkan diiming-imingi beberapa jenis bantuan dan barang.

"Ini semua kita sudah deteksi dan kami sinyalir kuat akan dijalankan minggu akhir, masa tenang, bahkan malam menjelang pemberian suara," tukasnya.

Ia menegaskan, kelompok muda yang tergabung dalam Bajang Desa Batujai berkomitmen untuk  melawan dan melakukan upaya-upaya preventif, bahkan mendorong adanya penindakan tegas dari penyelenggara Pemilu dan aparat penegak hukum untuk praktik politik uang.

"Kita sudah membuat jaringan kerja Bajang di setiap Dusun dengan basis monitoring per TPS. Jaringan juga masuk ke mukim mukim untuk menjaga desa dan melawan praktik money politic," ujar Wahyu.

Garakan Bajang Batujai juga terus berkonsolidasi dan melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan masyarakatnya diserang sembako dan money politic.

"Titik-titik (rawan) tersebut nanti akan kita koordinasikan dengan Bawaslu, Panwascam, Pemerintah Desa, Badan Keamanan Desa dan Kepolisian," katanya.

Komitmen melawan praktek Politik Uang juga ditegaskan Ketua Parade Desa Batujai, Muhammad Marjan.

Paguyuban yang juga konsen terhadap Pemilu Jurdil dan Bersih tanpa politik uang ini bertekad untuk terus mengawasi, dan meminta Bawaslu dan Kepolisian bersikap tegas jika menemukan praktik politik uang.

"Saya berharap kepada Bawaslu dan Kepolisian untuk bersama sama kami dan mengambil langkah tegas terhadap pelaku-pelaku praktik seperti ini," tegasnya.

Marjan menegaskan, pihaknya bersama kelompok muda Batujai akan menangkap dan membawa pelaku ke proses hukum, jika ditemukan politik uang di wilayah Batujai.

"Kalau ada pelaku (politik uang) yang kami temukan di Desa Batujai, maka kami sendiri yang akan tangkap dan bawa ke aparat untuk proses hukum," tegasnya. (*)