Danrem 162/WB Pimpin Apel Evakuasi Korban Longsor di Air Terjun Tiu Kelep

Advertisement

Danrem 162/WB Pimpin Apel Evakuasi Korban Longsor di Air Terjun Tiu Kelep

KATAKNEWS.com
Senin, 18 Maret 2019

EVAKUASI KORBAN LONGSOR. Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani bersama Dansat Brimobda Polda NTB Kombes Pol Taufiq Hidayat, dan Kepala Basarnas NTB I Nyoman Sidakarya saat evakuasi jenazah korban longsor di air terjun Tiu Kelep, Lombok Utara. (Foto: Istimewa)


LOMBOK UTARA - Proses evakuasi dilakukan tim evakuasi gabungan Basarnas, Kepolisian dan TNI, Senin (18/3) berhasil mengevakuasi jenazah seorang wanita WNA Malaysia, yang terhimpit material longsoran di kawasan air Terjun Tiu Kelep, Lombok Utara.

Korban teridentifikasi bernama Lim Sai Wah (56), perempuan warga negara Malaysia.

Proses evakuasi dimulai dengan apel bersama yang dipimpin Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani, dihadiri Dansat Brimobda Polda NTB Kombes Pol Taufiq Hidayat, Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono, dan Kepala Basarnas NTB I Nyoman Sidakarya.

Usai evakuasi yang berjalan lancar tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdani menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama semua pihak, baik dari TNI-Polri, Basarnas, PMI dan relawan serta masyarakat yang sudah turut membantu proses evakuasi.

"Semua kegiatan evakusi yang telah kita lakukan berjalan dengan aman dan lancar atas semua petunjuk Allah SWT sehingga kita bisa tuntaskan evakuasi ini dengan cepat. Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada semua yang terlibat dalam kegiatan evaluasi ini baik dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, PMI dan relawan serta masyarakat yang sudah bekerjasama dalam melakukan evakuasi ini," katanya.

Menurut Danrem Rizal, hal ini menandakan bahwa semua yang kita dilakukan dengan bersama-sama maka semua kemudahan bisa didapatkan dalam sinergi dan soliditas.

Seperti diketahui, korban Lim Sai Wah (56) merupakan bagian rombongan wisatawan Malaysia yang terdampak longsor pasca gempa bumi Minggu sore (17/3) di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Sekitar 24 orang termasuk belasan wisatawan asal Malaysia terdampak longsor pasca gempa bumi 5.4 Magnitudo mengguncang Lombok Minggu sore (17/3).

Tiga orang meninggal dunia akibat kejadian ini, antara lain Tai Sieu Kim (56), Lim Sai Wah (56) WNA wisatawan asal Malaysia, dan Tomy (14) warga Desa Senaru, Lombok Utara.

14 wisatawan asal Malaysia yang selamat meski mengalami luka-luka, antara lain Pang Kim Foo (56), Tancing (62), Wong Slu Win (56), Teoh Zehmg Yei (20), Phua Poh Guax (57), Koks Shao (60), Lim Sai Bang (56), Phang Ten Fan (56), Lim Ching Kau (62), Phu Poh Goot, Sheu Peak Can, How Geoklan (56), Che Lee Iye, dan Pi Saiba.

Sementara korban luka-luka lainnya merupakan warga lokal Lombok, antara lain Upik (6) warga Senaru, Riska Tanwir (19), Reza Alfian (20), Kania Pratiwi (20) warga Gunungsari Lombok Barat, Burit Antariksa (17), Lalu Arga Dimas (18) warga Lombok Timur, dan Sumawi (30) warga Bayan.

Proses evakuasi jenazah Lim Sai Wah pada Minggu sempat terhenti karena sulitnya medan, cuaca buruk, serta kondisi korban yang terhimpit bebatuan.

Evakuasi dilanjutkan Senin pagi sekira pukul 08.00 Wita melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Pemadam Kebakaran KLU, PMI dan relawan.

Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 09.00 Wita, dan jenazah korban kemudian korban dibawa ke RSUP Mataram, untuk proses selanjutnya.