Purwaningsih Sutiarti : Perempuan Lombok Bisa Juga Menghasilkan Uang dari Rumah

Advertisement

Purwaningsih Sutiarti : Perempuan Lombok Bisa Juga Menghasilkan Uang dari Rumah

Redaksi KATAKNEWS
Kamis, 07 Februari 2019

Purwaningsih Sutiarti turun menyapa masyarakat di Desa Aik Berik, Lombok Tengah.(Istimewa)


LOMBOK TENGAH - Di era kemajuan teknologi saat ini, banyak peluang usaha yang bisa dijadikan sumber perekomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada.

Hal ini mendorong Purwaningsih Sutiarti untuk menyemangati masyarakat, khususnya kaum perempuan dan generasi millennial untuk mulai mengembangkan jiwa kewirausahaan.

"Perempuan juga bisa menghasilkan udang dari rumah, dengan mulai melakukan usaha rumahan, home industri," kata Purwaningsih Sutiarti, Kamis (7/2) dalam kunjungannya di Dusun Reban Burung, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Di hadapan kaum perempuan, ibu-ibu di Dusun tersebut, Purwaningsih mengatakan, perempuan punya banyak potensi untuk menambah pendapat keluarga.

Tidak selamanya hanya dengan cara bekerja ke luar daerah, atau menjadi TKI. Tapi bisa juga membuka peluang berbisnis dari rumah.

Caleg DPR RI dari Partai Golkar Nomor Urut 5 Dapil NTB II/Pulau Lombok ini mengatakan, untk memulai wirausaha baru tidak harus yang langsung besar atau muluk-muluk.

Kendati di pedesaan kaum perempuan bisa memanfaatkan potensi lokal yang ada, yang terpenting adalah kemauan dan kreatifitas.

"Di Desa ini misalnya potensinya ada Pisang. Ini bisa dikreasikan menjadi usaha, misalnya dengan membuat kripik pisang, jajanan berbahan pisang, kemudian mulai dikemas bagus dan dipasarkan. Semua bisa dilakukan di rumah," kata Purwaningsih.

Ia juga mendorong pembentukan kelompok usaha perempuan dan juga koperasi yang bisa membantu dalam hal permodalan.

"Kita akan mendorong pembuatan koperasi, misalnya di Dusun ini banyak pisang maka buatlah koperasi usaha pisang," katanya.

Purwaningsih yang juga desainer kondang nasional ini mengatakan, dengan produk pisang yang dikembangkan menjadi usaha produktif maka akan bisa juga menjadi sebuah branding untuk Desa tersebut.

Menurutnya, jika usaha industri rumahan sudah berjalan, selanjutnya tinggal dipikirkan bagaimana cara membangun jejaring pemasarannya.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, sistem pemasaran juga akan lebih memudahkan.

"Misalnya promosi melalui medsos. Daripada ibu-ibu dan adik adik remaja hanya main medsos untuk update status saja, akan lebih bagus kalau digunakan untuk promosi produk. Asal bermutu, dan kemasannya bagus, yakin lah pasti akan menghasilkan," katanya