Pembangunan Bale Pusaka Sesait Dilakukan di Lombok Utara, Mendukung Pariwisata

Advertisement

Pembangunan Bale Pusaka Sesait Dilakukan di Lombok Utara, Mendukung Pariwisata

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 12 Februari 2019

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar dalam seremoni peletakan batu pertama pembangunan Bale Pusaka di Desa Sesait. (Foto: Humas Pemda Lombok Utara)


LOMBOK UTARA - Proses pembangunan Bale Pusaka Sesait dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar,  Selasa (12/2), di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Peletakan batu pertama juga dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin, Ketua DPRD KLU H Burhan M Nur, Camat Kayangan HM Tohir, Plt. Kades Sesait Raden Sawinggih, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Desa Sesait serta tamu undangan lainnya.

Bale Pusaka Sesait merupakan tempat penyimpanan benda-benda pusaka adat Wet Sesait.

"Selain itu Bale Pusaka ini juga menjadi daya tarik wisata, sekaligus mendukung program pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Sesait ini," kata Bupati Najmul.

Bupati Najmul juga menyampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membantu menganggarkan pada APBD.

Sebab, ornamen prasasti tersebut, salah satu pemacu destinasi wisata baru yang dikelola desa. Di samping sebagai upaya untuk melestarikan lembaga pranata budaya Sesait.

"Kita butuhkan gagasan atau ide cemerlang yang saling mendukung. supaya adat dan budaya sebagai garda untuk pertahanan moral anak-anak kita," kata Najmul Akhyar.

Plt. Kades Sesait Raden Sawinggih menjelaskan, pembangunan Bale Pusaka Adat Sesait ini cukup lama prosesnya.

Sebelumnya dilakukan pemgumpulan informasi masyarakat sehingga terbentuklah Site Plan.

Bangunan Bale Pusaka memadukan masjid kuno dan tambahan bangunan yang dulunya ada.

"Diantaranya bale yang difungsikan sebagai tempat menginap masyarakat yang dari luar Sesait saat acara maulid adat," katanya.

Selain itu, ada juga perpustakaan adat dan naskah kuno, yang  digunakan sebagai tempat sekolah pembelajaran adat.


  • "Ada bangunan lumbung, membuat pasar kreatif desa itu terkoneksi dengan Bale Pusaka. Rencananya dibangun pada tahun 2019 dari dana desa," katanya. (SAS/KLU)