Diresmikan Menpar, Restauran Bebek Timbungan jadi Daya Tarik Baru Kuliner di Bali

Advertisement

Diresmikan Menpar, Restauran Bebek Timbungan jadi Daya Tarik Baru Kuliner di Bali

KATAKNEWS.com
Senin, 18 Februari 2019

BEBEK TIMBUNGAN. Menpar Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati melihat menu Bebek Timbungan, usai meresmikan Restauran Bebek Timbungan Bali di Denpasar.(Foto: Biro Komunikasi Publik Kemenpar RI) 


DENPASAR - Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Bebek Timbungan, sajian khas tertua asli Bali yang dipopulerkan kembali, bisa menjadi daya tarik baru bagi dunia wisata kuliner di Pulau Dewata.

“Saya berharap Bebek Timbungan semakin melengkapi kuliner di Bali dan diminati oleh wisatawan berlibur ke Bali,” ujar Menpar Arief Yahya, saat meresmikan Restoran Bebek Timbungan Bali yang berada di Pertokoan Sunset One, Jl. Sunset Road No.88, Kuta, Badung, Bali, Minggu (17/2).

Restoran yang menyajikan masakan berbahan dasar bebek itu memang diharapkan akan semakin melengkapi kuliner tradisional yang ada di Pulau Dewata. Sebut saja ayam betutu, sate lilit, atau sayur plecing kangkung yang selama ini menjadi daya tarik kuliner yang terkenal di Bali.

Menpar Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati meresmikan Restauran Bebek Timbungan Bali di Denpasar.(Foto: Biro Komunikasi Publik Kemenpar RI)

Selama ini menu bebek timbungan merupakan kuliner khas Bali yang biasanya disajikan menjelang Hari Raya Galungan. Kelezatan bebek timbungan didapat dari olahan bumbu dan rempah serta sajian bebek yang dimasak hingga empuk.

Apalagi ditambah nikmat jika disantap dengan nasi putih panas dan sambal matah yang juga khas Bali. Sajian khas dan istimewa yang dihidangkan dengan mempertahankan komposisi dan cara pengolahan sesuai dengan resep warisan leluhur.

Menpar Arief Yahya yang hadir bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati mengatakan, pengeluaran wisatawan paling besar selain untuk akomodasi adalah untuk keperluan makanan/kuliner. Jumlahnya mencapai 60 persen dengan rincian 40 persen untuk hotel dan 20 persen untuk kuliner atau restoran.

Menpar Arief juga menekankan pentingnya bisnis kuliner di kawasan pariwisata. Masa depan industri kuliner sangat bagus. Bahkan, kata dia, diplomasi sosial ekonomi terbaik melalui kuliner.

“Ya jadi sudah saya simpulkan tadi, diplomasi sosial ekonomi terbaik itu melalui kuliner,” kata Menpar.

Menpar Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana dan Manajemen Restauran Bebek Timbungan Bali.(Foto: Biro Komunikasi Publik Kemenpar RI)

Bebek timbungan merupakan salah satu sajian terkenal dan tertua khas Bali. Pada mulanya makanan ini hanya dihidangkan pada ritual-ritual upacara adat Bali saja. Dikutip dari naskah kuno Dharma Caruban, salah satu menu Bali yang paling tradisional dalam upacara ritual adalah Timbungan.

Timbungan sendiri berasal dari kata embung atau timbung yang memiliki arti bambu. Jadi, Bebek Timbungan adalah hidangan daging bebek yang dimasak dengan bumbu basa genep (racikan bumbu utama khas Bali) menggunakan bilah bambu.

"Bebek Timbungan menjadi kuliner khas Bali yang harus dicoba, dijamin maknyus" ujar Arief Yahya. (INFORIAL/*)