Percepat Rehab Rekon, 111 Unit RIKA Mulai Dibangun di Lombok Utara

Advertisement

Percepat Rehab Rekon, 111 Unit RIKA Mulai Dibangun di Lombok Utara

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 14 Januari 2019

PEMBANGUNAN RIKA. Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar melakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan Rumah Instan Kayu (RIKA) di Desa Medana, Lombok Utara. (Foto: Humas Pemda Lombok Utara)


LOMBOK UTARA - Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Lombok, NTB terus dipercepat, meski terkesan agak lamban.

Di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, pembangunan 111 unit Rumah Instan Kayu (RIKA) mulai dilakukan.

Proses pembangunan resmi dilakukan, Jumat (11/1) ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, di Dusun Gol, Desa Medana.

Hadir bersama Bupati, Camat Tanjung Samsudin M.Pd, Fasilitator Kementerian PUPR, Perwakilan BPBD KLU, Pendamping Pokmas, Kepala Desa Medana dan warga masyarakat penerima bantuan stimulan Rumah Instan Kayu (RIKA).

Camat Tanjung, Samsudin menjelaskan, 111 unit RIKA dibangun di Dusun Gol dan Dusun Kopang, Desa Medana.

Di Dusun Gol pembangunan melibatkan empat kelompok masyarakat (Pokmas) sementara di Kopang melibatkan tujuh Pokmas.

"Bangunan RIKA di Dusun Gol terdapat empat kelompok, sedangkan di Dusun Kopang ada tujuh kelompok sehingga total bangunan yang dibangun berjumlah 111 unit," katanya.

Fasilitator dari Kementerian PUPR, Sitihun memaparkan, dalam empat bulan terakhir bekerja, sebagai perpanjangan pemerintah pusat yang disebut REKOMPAK, sudah mendampingi tiga dusun yaitu Dusun Medana, Gol dan Kopang.

"Dalam empat bulan ini, kami sudah bentuk 29 kelompok masyarakat (Pokmas), terdiri dari 10 Pokmas di Dusun Medana, sembilan Pokmas di Dusun Gol, dan 10 Pokmas di Dusun Kopang," katanya.

Selain RIKA, dari 29 Pokmas yang sudah terbentuk, ada juga yang memilih hunian tetap model Rumah Instan Baja (RISBA), Rumah Instan Konvensional (RIKO) dan Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA).

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar mengatakan, acara pelatakan batu pertama pembangunan RIKA di Desa Medana,  itu untuk membuktikan  dugaan sebagian pihak bahwa keberadaan REKOMPAK mempersulitkan masyarakat, ternyata tidak benar.

"Saya berharap REKOMPAK dan pendamping dapat terus membantu masyarakat. Tidak ada pendamping fasilitator yang memaksa masyarakat memilih jenis bangunan tertentu," kata Bupati Najmul.

Ia menjelaskan, saat ini setidaknya 23 ribu rekening masyarakat korban gempa sudah terisi. Sehingga masyarakat yang sudah membentuk Pokmas bisa mulai membangun rumah kembali.

"Mari kita kompak, masyarakat membantu REKOMPAK dan pendamping, inshAllah pembangunan rumah segera kita lakukan seterusnya," tukas Najmul Akhyar.

Kegiatan peletakan batu pertama juga diisi dengan penyerahan secara simbolis sertifikat penerima manfaat REKOMPAK kepada dua orang perwakilan warga masyarakat. K18