Kepala BNPB Lepas Fasilitator Terpadu Tambahan untuk Percepatan Rehab Rekons di NTB

Advertisement

Kepala BNPB Lepas Fasilitator Terpadu Tambahan untuk Percepatan Rehab Rekons di NTB

KATAKNEWS.com
Kamis, 31 Januari 2019

PELEPASAN. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memeriksa pasukan dalam pelepasan personil Fasilitator Terpadu. 


MATARAM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo memimpin upacara pelepasan sejumlah 1.523 personil fasilitator terpadu untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah Rusak Berat (RB), Rabu (30/1), di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.

Upacara pelepasan dihadiri Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Dr H Sitti Rohmi Djalilah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Waka Polda NTB Brigjen Pol Tajudin, Danlanal Mataram, Danlanud TGKH. ZAM Rembiga, Forkopimda Kabupaten/Kota Se NTB, Kepala BPBD NTB dan Kepala SKPD Provinsi NTB.

1.523 Fasilitator ini terdiri dari anggota TNI-Polri dan masyarakat sipil, sebagai tambahan untuk 766 fasilitator dari Kementerian PUPR sebelumnya.

Dalam sambutannya, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menyampaikan dampak gempa bumi yang melanda wilayah NTB tidak hanya berdampak saat bencana tersebut terjadi, namun hingga saat ini dampaknya masih sangat dirasakan oleh masyarakat.

"Kepedulian kita sangat dibutuhkan oleh masyarakat pasca terjadinya gempa,  mengingat banyak dari masyarakat NTB yang rumahnya rusak berat akibat gempa bumi," katanya.

Untuk itu, lanjut Doni Monardo, kehadirian fasilitator di tengah-tengah masyarakat ini harus dapat memberikan solusi guna membantu masyarakat atau Pokmas dalam pembuatan administrasi.

"Fasilitator juga diharapkan dapat mendampingi seluruh proses yang dilakukan Pokmas dalam percepatan rekonstruksi rusak berat, sehingga nantinya masyarakat dapat kembali menempati hunian yang layak seperti sebelum terjadinya gempa bumi," harapnya.

Selain itu, sambung mantan Danjen Kopassus tersebut, fasilitastor yang diterjunkan baik dari TNI, Polri maupun dari masyarakat ini hendaknya dapat bersinergi dilapangan serta saling berkoordinasi secara terus-menerus, sehingga pelaksanaan rekonstruksi rumah rusak berat ini dapat berjalan dan mencapai hasil yang maksimal.

Dalam hal ini para fasilitator dan para Babinsa diharapkan agar lebih profesional dalam melaksanakan tugas dilapangan sehingga tepat sasaran dan tepat waktu.

Mengakhiri sambutannya, Kepala BNPB berharap melalui pelepasan dan pemberangkatan fasilitator ini akan memperlancar percepatan rekonstruksi rusak berat pasca gempa, dengan demikian kondisi kehidupan masyarakat NTB khususnya masyarakat yang terdampak gempa dapat kembali seperti semula sebelum terjadinya gempa.

Usai menggelar upacara pelepasan, acara dilanjutkan rapat koordinasi penanganan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak berat akibat gempa.

Hingga saat ini tercatat jumlah fasilitator rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) baik Babinsa dan sipil sebanyak 1.500 orang, sedang fasilitator untuk rumah rusak berat (RB) sebanyak 2.289 dan akan dilakukan penambahan sebanyak 1000 orang fasilitator.

Dan juga akan didatangkan pasukan tenaga ahli konstruksi dari Zeni Konstruksi dan Zeni Bangunan sebanyak 1.000 orang Prajurit, sehingga total keseluruhan fasilitator sebanyak 4.789 orang.