Baiq Diyah : Masih Banyak PR NTB di Usia 60 Tahun

Advertisement

Baiq Diyah : Masih Banyak PR NTB di Usia 60 Tahun

Sabtu, 15 Desember 2018

JELANG HUT NTB. Baiq Diyah Ratu Ganefi (Tengah) bersama jajaran pengusaha wanita NTB, saat ikut meramaikan jalan sehat, Jumat (14/12) jelang HUT NTB ke 60, di Mataram. (KATAKNEWS/Istimewa)   


MATARAM, KATAKNEWS.com - NTB merayakan hari jadi ke 60 Tahun, 17 Desember 2018.

Pembangunan di NTB sejauh ini terus mengalami perkembangan dan perubahan.

Namun pada usia 60 tahun masih ada beberapa persoalan yang belum tuntas dan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Hal itu disampaikan senator asal NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi, Jumat (14/12) usai mengikuti gerak jalan sehat bersama Gubernur NTB Dr H Zulkielimansyah.

"Beberapa persoalan yang belum tuntas seperti penanganan korban bencana alam yang perlu mendapatkan prioritas Gubernur. Penanganan para korban harus disegerakan," kata Baiq Diyah.

Selain itu Senator yang juga ketua sejumlah organisasi ini menyoroti beberapa sektor yang masih terdapat persoalan diantaranya sektor pertanian di mana belum adanya kejelasan tentang pangsa beberapa komoditi seperti jagung dan bawang.

Baiq Diyah menyebut belum ada kejelasan pangsa pasar kedua komoditi ini terutama untuk pasar luar negeri.

Padahal menurut perempuan berjilbab orange ini, dua komoditi tersebut memiliki kualitas tinggi dan sangat layak untuk di eksport.

"Harus diperhatikan pangsa pasar seperti jagung dan bawang, harus jelas pangsa pasarnya, dua komoditi ini merupakan komoditi unggulan dan mempunyai kualitas tinggi," ujarnya.

Sementara di sektor pariwisata, menurut Baiq Diyah , pemerintah harus menjemput bola.

Terlebih proses recovery pasca bencana membutuhkan ketepatan dan kecepatan dalam mempromosikan kembali pariwisata NTB khususnya destinasi terdampak bencana.

Masih di sektor pariwisata Baiq Diyah menyatakan Pemprov NTB juga harus memikirkan potensi pariwisata religius.

Tidak hanya menjual keindahan alam dan budaya tetapi juga menawarkan program pariwisata relijius.

Adanya Islamic Center, situs-situs agama, pondok pesantren dan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan bisa di jadikan paket wisata. K18/*