Pemda Lombok Barat Tetapkan Dusun Empol Utara Sebagai Kampung KB

Advertisement

Pemda Lombok Barat Tetapkan Dusun Empol Utara Sebagai Kampung KB

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 08 Oktober 2018

KAMPUNG KB. Ketua TP PKK Lombok Barat, Hj Khairatun Fauzan Khalid membuka tirai pencanangan Kampung KB, Senin (8/10) di Dusun Empol Timur, Desa Cendi Manik.(KATAKNEWS/Humas Lombok Barat)

LOMBOK BARAT - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana,  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Senin (8/10) mencanangkan Dusun Empol Timur, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, sebagai Kampung KB.

Kegiatan pencanangan secara simbolis ditandai dengan pembukaan tirai oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lobar, Hj Khairatun Fauzan Khalid, dampingi Kadis DPPKBP3A, Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Camat Sekotong dan Kades Cendi Manik.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lobar, Hj Khairatun Fauzan Khalid mengatakan, dicanangkannya Dusun itu sebagai Kampung KB diharapkan dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat ke depan.

Sebab seperti diketahui, program terpusat ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat miskin. Terlebih mereka yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal.

"Sebagaimana diketahui, Kampung KB merupakan satu kegiatan prioritas yang sesuai dengan instruksi presiden RI. Terutama sebagai bentuk investasinya program KB yang manfaatnya dapat dirasa secara langsung diterima oleh masyarakat," kata Hj Khairatun.

Ia berharap pada pelaksanaan dan implementasinya nanti program-program tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil yang sesuai harapan.

Kepala Desa Cendi Manik, Marne menjelaskan, dipilihnya Dusun Empol Utara sebagai Kampung KB, karena cakupan peserta KB aktif di Dusun tersebut masih sangat rendah.

"Kriteria wilayah pembentukan Kampung KB sudah sesuai, mengingat Dusun Empol Timur  masuk kategori kumuh," katanya.

Selain itu 65 persen atau 118 dari 182 kepala keluarga di dusun itu termasuk dalam kategori Keluarga Pra Sejahtera (KPS) dan Keluarga Set l (KS I).

Tingkat pendidikan sebagian besar tidak sekolah dan tidak tamat SD (33,97 persen), cakupan MKPJ rendah dan Unmet Need masih tinggi.

Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Samsul menjelaskan, pembentukan Kampung KB dilakukan untuk memperkuat Nawa Cita  dengan menyisir daerah pinggiran. Tidak hanya itu keberadaaanya juga akan memperkuat aspek lainnya.

“Kampung KB diharapkan mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam melaksanakan pengendalian penduduk yang dapat berpengaruh terhadap pembangunan dan mengurangi laju pertumbuhan penduduk di Lombok Barat,” kata Samsul.

Menurutnya, Kampung KB sangat diperlukan karena sangat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga pra sejahtera untuk menuju lebih baik.

Lebih jauh ia mengatakan program Kampung KB saat ini berbasis bottom-up di mana masyarakat diikutsertakan untuk terlibat.

Harapan muncul dari peserta KB Maelani, ia berharap dengan dijadikannya kampungnya sebagai Kampung KB  maka pelayanan Posyandu bisa berjalan sehingga ia tidak lagi memeriksakan kesehatan di kampung sebelah. K21/HmsLbr