Kemensos Percepat Pemulihan dan Rehabilitasi Anak-Anak Korban Gempa di NTB

Advertisement

Kemensos Percepat Pemulihan dan Rehabilitasi Anak-Anak Korban Gempa di NTB

Redaksi KATAKNEWS
Kamis, 18 Oktober 2018

Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita menemui korban gempa di Sumenep. (KATAKNEWS/Foto : sebarr.com)

LOMBOK TENGAH - Kementerian Sosial RI terus berupaya mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi anak-anak korban gempa bumi di Lombok dan Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program Child Protection Rapid Assessment atau Assesmen Cepat Perlindungan Anak.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh dan akurat mengenai kondisi yang dihadapi oleh anak-anak pascabencana gempa bumi di NTB, pada Juli-Agustus lalu.

"Ini merupakan bagian dari tindaklanjut terhadap Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi di NTB di mana Kemensos memiliki tugas melaksanakan rehabilitasi sosial dan perlindungan sosial," kata Mensos Agus Gumiwang, Kamis (18/10) di Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah, saat mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Lombok dan Sumbawa.

Agus menjelaskan, asesmen cepat perlindungan anak dilakukan pada bulan Oktober mencakup seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Kegiatan ini melibatkan Dinas Sosial, Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Satuan Bakti Pekerja Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Organisasi Non Pemerintah di tingkat nasional dan lokal, serta sejumlah pihak lainnya. Hasil penjajakan ini diharapkan tuntas pada akhir November 2018.

"Hasil penjajakan mengenai situasi yang dihadapi anak-anak pasca bencana di provinsi NTB akan menjadi masukan yang berharga dalam rangka penyusunan rencana pemulihan serta rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi," terangnya.

Selain itu, hasil penjajakan juga mendukung penyusunan sistem layanan dan rujukan perlindungan anak.

"Sistem layanan dan rujukan perlindungan anak yang selama ini sudah berjalan di provinsi NTB akan diperkuat dengan hasil penjajakan serta pengalaman lapangan yang telah ada sebelumnya. Mekanisme ini diharapkan dapat menjamin perlindungan bagi anak, mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi," jelas Mensos Agus.

Sementara itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto mengatakan, sejak gempa Lombok terjadi pada 29 Juli lalu, Kemensos telah melakukan tiga upaya rehabilitasi sosial anak yakni mendirikan Sekretariat Bersama Anak NTB di PSMP Paramitha Mataram, mendirikan tempat layanan di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat.

"Kami juga melakukan layanan bergerak (mobile services) yang hingga 15 Oktober 2018 telah melakukan di 122 titik lokasi dan menjangkau sebanyak 14.782 anak," jelasnya.K21