Buka Rakernas IWAPI, Jokowi Puji Kiprah Wanita Pengusaha

Advertisement

Buka Rakernas IWAPI, Jokowi Puji Kiprah Wanita Pengusaha

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 09 Oktober 2018

RAKERNAS IWAPI. (Kiri ke Kanan) Fitri Gianti, Indah Purwanti, Dr Rita Siswati, Baiq Diyah Ratu Ganefi, Onny Ekadana, Roro Aryati, Ratu Syahbani, dan Merry Rosdiana, berpose bersama di sela Rakernas IWAPI ke 28 di Padang, Sumatera Barat.(KATAKNEWS/Istimewa)
PADANG -  Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-28 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Senin (8/10) di Hotel Inna Padang, Sumatera Barat.

Jokowi sangat mengapresiasi sekitar 1.200 pengusaha wanita yang hadir dalam acara tersebut.

Jokowi mengatakan, peran perempuan yang menjadi pengusaha sangat penting dalam memajukan ekonomi Indonesia. Sebab seorang perempuan lebih gigih dan ulet dari pengusaha laki-laki.

"Waktu saya masih menjadi pengusaha saya kenal banyak perempuan pengusaha di Kota Solo, banyak sekali. Yang ada di Pasar Klewer 90 persen itu wanita semua," kata Joko Widodo dalam sambutannya.

"Banyak wanita pengusaha tangguh yang saya kenal. Dari situ saya melihat yang mana perempuan pengusaha sebenarnya lebih gigih dari pengusaha laki-laki," sambungnya.

Jokowi mengaku, pujiannya terhadap para perempuan pengusaha itu apa adanya. Bagi dia, seorang perempuan sangat teliti dalam hitung-hitungan.

"Bener apa adanya saya ngomong. (Perempuan) lebih teliti, kalau ngitung lebih teliti dan lebih hitungan. Ini betul modal besar suksesnya di sini. Kalau engga hitungan enggak pengusaha," ujarnya.

Jokowi mengatakan, Indonesia membutuhkan banyak perempuan pengusaha, karena ekonomi akan semakin maju.

Rakernas IWAPI ke-28 juga dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Gubenur Sumbar Irwan Prayitno dan sejumlah kepala daerah.

Ketua DPP IWAPI Nita Yudi mengatakan, pemerintah sangat mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.

"Hal ini dibuktikan dengan menurunkan pajak UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen dari omset. Begitu juga dengan KUR yang terus turun dari 9 persen menjadi 7 persen,"katanya.

Peningkatan UMKM inipun sesuai dengan tema Rakernas yakni IWAPI 43 tahun  konsisten berperan meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan untuk kesejahteraan keluarga serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. K18