Sambil Tunggu Bantuan Cair, Pemkot Mataram Bangun Rumah Singgah untuk Korban Gempa

Advertisement

Sambil Tunggu Bantuan Cair, Pemkot Mataram Bangun Rumah Singgah untuk Korban Gempa

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 24 September 2018

KATAKNEWS/Istimewa

RUMAH SINGGAH. Contoh desain hunian sementara (Huntara). Pemkot Mataram akan membangun Huntara dengan model Rumah Singgah untuk para korban gempa di Mataram.


MATARAM, KATAKNEWS.com - Pemerintah Kota Mataram akan membangun Rumah Singgah untuk para korban gempa bumi yang rumahnya rusak di wilayah Mataram.

Meski tidak separah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur, Kota Mataram juga terdampak gempa dengan kerusakan rumah warga mencapai 4.446 rumah, sembilan meninggal dunia, dan 63 warga mengalami luka-luka.

Walikota Mataram, TGH Ahyar Abduh menilai, penanganan pascagempa harus jadi perhatian dan prioritas yang mendesak mengingat masih banyak warga yang tinggal di tenda pengungsian.

Pemkot Mataram mengambil kebijakan membangunkan hunian sementara (huntara) dengan nama rumah singgah untuk warga terdampak gempa, lantaran dana bantuan pemerintah pusat belum bisa dieksekusi masyarakat penerima.

"Saya tidak bisa menunggu pemerintah pusat, jadi mana kebijakan yang bisa saya lakukan, saya lakukan, misal saya sudah lakukan pembersihan di rumah terdampak, sudah bersih dan bangunkan rumah singgah sebagai rumah sederhana karena kita khawatir pada musim hujan ini," kata Ahyar Abduh, Senin (24/9) di Mataram.

Ahyar menyebutkan, dana rumah singgah diambil dari dana bantuan yang diberikan para donatur dan pemda lain kepada Mataram dengan menggunakan bahan baku seperti bambu dan terpal.

Pembangunan rumah singgah akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, Pemkot Mataram memprioritaskan pembagunan rumah singgah kepada 1.600 rumah warga yang mengalami rusak berat karena gempa.

"Ini sambil menunggu dana dari pusat yang senilai Rp 50 juta sudah bisa masuk rekening dan bisa kita eksekusi. (Rumah singgah) ya sederhana yang penting warga bisa nyaman sementara kita menunggu bantuan pemerintah pusat," katanya.

Ia berharap dana bantuan pusat bisa segera cair dan bisa digunakan masyarakat untuk kembali membangun rumah mereka.

"Ya saya maunya cepat, ini sudah lebih sebulan. Semua sudah kita inventarisir dan laporkan, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah pusat," katanya.

Sejauh ini sebanyak 122 keluarga yang rumahnya rusak di Kota Mataram sudah menerima bantuan berupa tabungan senilai Rp50 juta dari pemerintah pusat melalui BNPB.

Hanya saja, proses mekanisme penggunaan dana bantuan yang diatur Juklak dan Juknis BNPB terkesan rumit dan akan berproses panjang. K14