Menteri BUMN Tinjau Pembangunan 1.700 Unit Rumah Ramah Gempa di Lombok

Advertisement

Menteri BUMN Tinjau Pembangunan 1.700 Unit Rumah Ramah Gempa di Lombok

Redaksi KATAKNEWS
Jumat, 28 September 2018

KATAKNEWS/Istimewa

RUMAH RAMAH GEMPA. Menteri BUMN Rini M Soemarno menyalami seorang warga penerima unit Rumah Ramah Gempa (RRG) di Lombok Utara. Sinergi BUMN membangun 1.700 RRG sebagai hunian sementara bagi korban gempa di Lombok.


LOMBOK UTARA, KATAKNEWS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno, Jumat (27/9), berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau langsung pembangunan Rumah Ramah Gempa (RRG).

Sinergi BUMN membangun sekitar 1.700 unit RRG beserta sarana MCK, di sejumlah lokasi terdampak di Lombok, sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi gempa lombok.

“Saya senang RRG dan MCK sudah dibangun, tercatat sudah 805 RRG  dan 49 MCK. Untuk RRG sendiri sudah mencapai setengah yang kita targetkan sebanyak 1.700 RRG. Tentu ini sebuah sinergi yang luar biasa dari BUMN bagaimana pemerintah terus mendorong optimalisasi peran perusahaan negara dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa,” kata Menteri Rini, saat menijnau progress pembangunan RRG di Lombok Utara.

Dari 15 desa yang dilanda gempa di NTB, dipilih 4 area yang menjadi pilot project dalam pembangunan RRG ini yaitu Desa Guntur Macan dan Desa Kekait  di Kecamatan  Gunung Sari, Desa Sembalun di Kecamatan Sembalun dan Desa Terangan, Kecamatan Pemenang di Lombok Utara.

Terdapat empat BUMN bersinergi dalam membangun RRG di kedmpat desa ini yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (RRG :  363), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (RRG : 216 / MCK : 26), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (RRG : 140/ MCK : 12) dan PT Pertamina (RRG : 86 / MCK : 11).

"Nantinya, setiap rumah akan ditempati 2 kepala keluarga," katanya.

Menteri Rini memastikan sinergi BUMN akan terus berlanjut dan akan semakin banyak BUMN yang terlibat dalam membangun RRG dan MCK sehingga mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

“Saya akan terus memantau dan mendukung upaya-upaya penanganan pasca bencana. Apresiasi dan terima kasih saya kepada BUMN-BUMN yang sudah terlibat serta semua pihak yang sudah membantu memperlancar pembangunan rumah transisi ini,” imbuh Rini.

Selain pembangunan RRG dan MCK, sebelumnya BUMN-BUMN telah bersinergi menyalurkan bantuan senilai Rp13,2 miliar bagi para korban, mendirikan 38 posko bantuan untuk mendukung penanganan gempa serta memberikan bantuan kesehatan dan tenaga medis, layanan keuangan, pelayanan telekomunikasi, bantuan 33 ton baja lapis seng untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan masyarakat hingga layanan energi. K18