Event Alunan Budaya Desa Tahun Ini Bakal Hadirkan Fashion Show Kain Tenun

Advertisement

Event Alunan Budaya Desa Tahun Ini Bakal Hadirkan Fashion Show Kain Tenun

Redaksi KATAKNEWS
Rabu, 26 September 2018

KATAKNEWS/Istimewa

TENUN MASSAL. Seorang wisatawan Jepang ikut dalam kegiatan tenun massal di rangkaian acara Alunan Budaya Desa, tahun 2017 lalu.

LOMBOK TIMUR, KATAKNEWS.com - Menenun merupakan salah satu budaya yang masih lestari di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Untuk lebih memperkenalkan budaya dan kesenian ini, para pemuda di Kecamatan ini akan menggelar event Alunan Budaya Desa. Ini merupakan tahun ke empat event ini diselenggarakan.

“Kami menjadikan fashion show khusus kain tenun ini sebagai tema besar tahun ini," kata Panitia Alunan Budaya Desa 2018, Nifo Winona Algosyah, Rabu (26/9) di Lombok Timur.

Menurut dia, tahun lalu dalam event serupa di tahun ketiga, kegiatan diikuti sekira 1.350 penenun yang dapat disaksikan pada puncak acara.

Dan tahun ini akan dihadirkan fashion show dengan bahan utama kain tenun.

Event ini akan diselenggarakan pada 27 Oktober hingga 3 November mendatang.

Sementara untuk fashion show akan dilaksanakan pada 28-31 Oktober.

Ini akan sangat menarik, karena kali pertama fashion show akan diadakan dengan konsep out door di lahan persawahan dengan latar pemandangan Gunung Rinjani.

Tema fashion show ini ialah Warna dan Irama Tenun dengan tagar An Elaborate Fashion Show Tenun.

“Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa kain tenun Pringgasela tidak hanya dibuat menjadi sarung, melainkan beragam barang jadi siap pakai. Seperti pakaian, sepatu, tas dan lainnya,” ujarnya.

Fashion show ini dapat diikuti oleh peserta dari mana saja.

Dengan syarat, fashion yang akan dipertontonkan berbahan dasar tenun Pringgasela.

Ini akan dibuat seperti kompetisi kain tenun bagi desainer-desainer lokal yang berbakat. Melalui kompetisi ini peserta mampu berkreasi dan berinovasi untuk mendesain kain tenun Pringgasela tersebut menjadi sebuah karya (busana).

Sehingga tidak sebatas memiliki unsur keindahan dan komersil saja, namun juga memiliki nilai kearifan budaya lokal yang tinggi.

Ketua Panitia Alunan Budaya Desa ke empat tahun 2018, Azizan Zuhri S.P mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik bagi siapa saja untuk menunjukkan kemampuannya dalam merancang desain busana berbahan kain tenun.

Kegiatan ini merupakan inovasi dari pemuda desa setempat. Dengan harapan dapat mempromosikan potensi kain tenun Pringgasela kepada masyarakat luas.

“Kami berharap semakin banyak yang tahu tentang Kain Tenun Pringgasela ini. Dengan demikian, budaya dan kesenian ini bisa terus lestari. Selain itu juga bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Diketahui bahwa selain kerajinan tenun, Kecamatan Pringgasela memiliki banyak potensi destinasi wisata.

Pendakian Rinjani melalui Jalur Timbanuh, arung jeram di Sungai Mencerit, Kolam Renang Putri Duyung, Air Terjun Mayung Polak, Wisata Pancor Datok dan banyak lainnya.

Meski demikian Alunan Budaya Desa ini tetap menonjolkan budaya asli masyarakat Pringgasela.

Karena selain Fashion show, ada pula pagelaran musik, wayang dan tari tradisional.

Ia berharap kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat.

"Kearifan lokal tetap terjaga, anak muda semakin mencintai budayanya dan memererat tali silaturhami," tukasnya.

Selain itu, ia juga berharap tahun berikutnya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB hingga Kementerian dapat membantu mempromosikan kegiatan ini.

Sehingga dapat diketahui oleh banyak orang dan wisatawan. K24