Kesadaran Masih Rendah, Sehari Ratusan Pengendara Tanpa Helm Ditilang di NTB

Advertisement

Kesadaran Masih Rendah, Sehari Ratusan Pengendara Tanpa Helm Ditilang di NTB

KATAKNEWS.com
Jumat, 20 Juli 2018


RAZIA LALU LINTAS. Razia penertiban yang digelar Ditlantas Polda NTB dan jajaran Satlantas Polres sewilayah Polda NTB. Masih banyak pengendara sepeda motor yang mengabaikan pentingnya menggunakan helm.(KATAKNEWS/Foto: Dok)


MATARAM, KATAKNEWS.com - Sedikitnya 471 orang pengendara sepeda motor ditilang polisi dalam sehari, Rabu (18/7) pada razia gabungan yang digelar serentak di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

471 pengendara yang ditilang itu tersebar di 10 daerah Kota dan Kabupaten sewilayah NTB, sekaligus menunjukan kesadaran masyarakat akan penting keselamatan berkendara, masih rendah.

"Razia penertiban yang dilaksanakan serentak di wilayah NTB ini, memang menitikberatkan pada aspek Road Safety. Jadi sasarannya pengendara roda dua (Sepeda Motor) yang tidak menggunakan helm, berbonceng tiga, dan pengendara yang belum cukup usia," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSI, Kamis (19/7) di Mataram.

Berdasarkan tabulasi hasil razia serentak yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda NTB dan jajaran Satlantas sewilayah Polda NTB, tercatat 471 pengendara diberi sanksi tilang.
Tabel Pelanggaran/Sumber : Ditlantas Polda NTB

Dari jumlah tersebut, pelanggaran yang paling dominan adalah tidak menggunakan helm sebanyak 367 orang, disusul pengendara anak dibawah umur sebanyak 80 orang, melawan arus 13 orang, dan berkendara sambil menggunakan handphone 5 orang.

Dirlantas Arman menjelaskan, penanganan dan penindakan terhadap tiga pelanggaran prioritas merupakan arahan Kapolda NTB, Irjen Achmat Juri, M.Hum.

"Bapak Kapolda melihat masyarakat di NTB ini banyak yang tidak menggunakan helm saat berkendaraan roda dua, anak-anak sudah diberikan izin orang tuanya untuk mengendarai sepeda motor, dan banyak yang melawan arus. Kalau hal ini dibiarkan, saya khawatir ini menjadi budaya yang tidak baik di tengah masyarakat NTB," tegas Dirlantas Arman Achdiat.

Baca Juga : Razia Gabungan Mulai Digelar, Pengendara Motor Wajib Pakai Helm

Sebelumnya sejak awal 2018, Ditlantas Polda NTB dan Satlantas Polres di jajaran Polda NTB terus menerus melakukan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Keamanan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltib Lancar Lantas) yang menjadi bagian program Road Safety 2018.

Selain dalam upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas, kegiatan-kegiatan yang dilakukan jajaran Polantas di NTB ini juga untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas di NTB.

Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSI mengimbau masyarakat agar mentaati aturan berlalu lintas. Sebab tertib berlalulintas bukan saja bisa menjaga keselamatan diri sendiri tetapi juga keselamatan pengguna jalan lainnya.

"Jadi razia penertiban yang digelar ini juga demi kebaikan masyarakat pengguna jalan, terutama para pengendara sepeda motor. Karena penggunaan helm ini sangat penting, agar jika terjadi kecelakaan tidak sampai berakibat fatal. Kami tak akan henti-hentinya mengimbau," katanya.

Ia menambahkan, razia penertiban tetap akan dilaksanakan Ditlantas dan jajaran Satlantas Polres di NTB, terutama di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Ini akan dilakukan berkesinambungan, sampai kesadaran masyarakat meningkat.

Namun, papar mantan Kapolres Karawang, Jawa Barat ini, razia penertiban yang mengedepankan aspek penindakan tetap dilakukan kepolisian dengan mengedepankan prinsip humanis.

"Di satu sisi, polisi harus tegas, tapi di sisi lain polisi khususnya Polantas tetap harus ramah dan bersahabat saat bertugas di jalan. Namun masyarakat harus memahami bahwa semua tindakan penekanan penanganan pelanggaran prioritas tersebut untuk merintis atau memulai budaya berkendara di NTB ini taat aturan," katanya. K18



Editor : Bara Elank