Syantik, Festival Rimpu Bima Dompu Memukau Warga Jakarta

Advertisement

Syantik, Festival Rimpu Bima Dompu Memukau Warga Jakarta

KATAKNEWS.com
Senin, 16 Juli 2018


FESTIVAL RIMPU. Sejumlah wanita mengenakan Rimpu, di tengah Festival Rimpu Bima Dompu 2018, Minggu (15/7) di kawasan Monas, Jakarta.(KATAKNEWS/Foto: Courtesy Tribun News)




JAKARTA, KATAKNEWS.com - Event Car Free Day (CFD) di kawasan Monas, Jakarta, Minggu pagi (15/7) terlihat lebih meriah dengan hadirnya sekitar 5 ribu wanita yang mengenakan rimpu -busana muslim terbuat dari kain tenun khas Mbojo, NTB.

Mereka datang untuk meramaikan Festival Rimpu Bima Dompu 2018 yang menjadi bagian launching event Sail Moyo Tambora 2018, yang akan digelar di pulau Sumbawa, September mendatang.

Festival dihadiri Sekda Provinsi NTB, Rosiady Sayuti, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, serta sejumlah tokoh Bimda dan Dompu di Jakarta. Event menarik itu juga menyedot perhatian banyak kalangan termasuk perwakilan dari luar negeri yang hadir, seperti Yaman, Maroko, Mesir, Iran, Qatar, Surian, Brunai, Vietnam dan Thailand.

Anak mantan Presiden RI, Guruh Soekarnoputra, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015, Hamdan Zoelva, serta beberapa tokoh-tokoh lainnya juga nampak di lokasi kegiatan.

Sekda NTB, Rosiady Sayuti berpesan kepada perantau Bima-Dompu di Jabodetabek untuk terus menjaga nama baik daerah asal dan selalu mengingat budaya Rimpu. Ia juga berharap agar masyarakat Perantau Bima-Dompu di Jabodetabek tetap mendapatkan kenyamanan dan kesejahteraan.

"Dimana pun kita berada kita harus tetap ingat asal kita," katanya.

Sesepuh Paguyuban Masyarakat Perantau Bima-Dompu NTB di Jabodetabek Harun Al Rasyid mengungkapkan Rimpu merupakan bagian dari budaya unik yang hanya ada di Bima-Dompu.

Rimpu menggunakan sarung tenun khas (tembe nggoli) yang terdiri dari 2 (dua) lembar sarung. Satu digunakan untuk bagian atas (kepala), dan satunya lagi untuk menutup bagian bawah (badan hingga ujung kaki). Biasanya para lelaki menggunakannya untuk katente tembe dengan cara melingkarkannya di pinggang.

“Rimpu ini melambangkan syar’i dalam agama islam di Bima-Dompu sejak dahulu,” ujar mantan Gubernur NTB ini.

Ia mengungkapkan, syar’i merupakan satu kewajiban bagi seluruh umat islam. Sebab itu ada dua cara pemakaian Rimpu. Yakni kain bagian atas dilingkarkan pada kepala hingga yang terlihat hanya wajah (Rimpu Colo) bagi perempuan yang sudah menikah. Sementara pemakaian Rimpu selanjutnya hanya memperlihatkan bagian matanya saja (Rimpu Mpida).

“Ini bagi perempuan yang belum menikah,” sambung Harun.

Festival Rimpu yang digelar Minggu pagi menjadi event pembuka launching Kalender Event Sail Moyo Tambora, yang dilakukan Minggu malam (15/7) di Balai Kartini Jakarta.

Sail Moyo Tambora 2018 sendiri akan digelar pada September mendatang, dan rencananya akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Dalam Sail Moyo Tambora yang digelar di pulau Sumbawa, diperkirakan lebih dari 140 yacth dari 35 negara akan melintasi perairan Sumbawa dan Lombok di NTB.

"Sail Moyo Tambora tentu sangat strategis untuk mempromosikan potensi pariwisata kita, terutama di pulau Sumbawa," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal. K18




Editor : Hanaku Lanank Pandu