Populasi Anjing Liar Mengganggu Keindahan Kawasan Wisata The Mandalika

Advertisement

Populasi Anjing Liar Mengganggu Keindahan Kawasan Wisata The Mandalika

KATAKNEWS.com
Jumat, 29 Juni 2018


PANTAI KUTA MANDALIKA. Pantai Kuta Mandalika di kawasan destinasi wisata nasional KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keindahannya terganggu populasi anjing liar yang terus meningkat.(KATAKNEWS/Foto: Dokumentasi ITDC)





MATARAM, KATAKNEWS.com - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan KEK Mandalika, saat ini tengah melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka populasi anjing liar di sekitar KEK Mandalika.

Sebab, peningkatan populasi anjing liar yang semakin tinggi di sekitar kawasan wisata The Mandalika di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai mengganggu keindahan di destinasi wisata tersebut.

"Populasi anjing liar yang terus meningkat di sekitar kawasan ini memang cukup mengganggu. Kami sedang berupaya melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan populasinya. Tentu dengan cara-cara yang profesional," kata Kepala General Affair The Mandalika, I Gusti Lanang Bratasuta, Jumat (29/6) dalam temu media bersama ITDC di Hotel Santika Mataram.

Menurutnya, over populasi anjing liar menyebabkan hewan liar itu masuk ke dalam kawasan wisata. Jika tidak dikendalikan dan ditangani dikhawatitrkan hal ini dapat menganggu kenyamanan wisatawan. Selain itu aspek keindahan dan kebersihan dalam kawasan wisata juga bisa turut terpengaruh.

Bratasuta menjelaskan, untuk mengatasi over populasi anjing liar tersebut, ITDC sudah berkomunikasi dan membuka diskusi bersama sejumlah pihak, termasuk juga kelompok pencinta satwa.

Namun, ia menegaskan, ITDC tidak akan melakukan pemusnahan atau eliminasi terhadap anjing liar di dalam kawasan. Yang akan dilakukan adalah menangkap dan mengumpulkan mereka dalam satu lokasi, untuk kemudian dipindahkan ke luar kawasan KEK Mandalika.

"Untuk langkah pertama dalam jangka pendek, kami akan bangun kandang untuk melokalisasi anjing liar ini. Yang masih kecil kita rawat, yang sakit juga kita rawat, yang kurus kita bikin gemuk dulu. Setelah itu kita pindahkan ke luar kawasan," katanya.

Selain relokasi anjing liar ke luar kawasan, kadang penampungan yang akan dibangun juga menyediakan sistem adopsi bagi yang berminta merawat anjing-anjing liar yang sudah ditampung.

Ia menambahkan, untuk menangani over populasi anjing liar ini  ITDC juga terus berkoordinasi dengan Pemda Lombok Tengah dan Pemprov NTB untuk bersama-sama mencari solusi jangka panjang. K18




Editor : Bara Elank