Media Center Di LIA, Ruang Jeda Bagi Peliput Warta

Advertisement

Media Center Di LIA, Ruang Jeda Bagi Peliput Warta

KATAKNEWS.com
Jumat, 01 Desember 2017

GM LIA I Gusti Ngurah Ardita berpose bersama sejumlah pewarta di Media Center LIA.
MATARAM, KATAKNEWS.com - Era keterbukaan informasi publik disambut manajemen Lombok International Airport (LIA) di Lombok Tengah, NTB, dengan menyediakan fasilitas Media Center.

Selain menjadi pusat layanan informasi kebandaraan, Media Center di dalam kawasan lobby LIA itu, juga menjadi ruang jeda yang asyik bagi para pewarta, terlebih di saat harus terus memantau perkembangan kondisi penerbangan saat ini.

"Nggak kebayang repotnya kalau harus mondar-mandir ke Bandara, di saat harus memantau terus perkembangan penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Agung. Untungnya ada Media Center ini, jadi kita bisa terus update informasi tanpa terburu waktu," kata Farhan Hans Bahanan, koresponden situs berita liputan6.com ,Jumat siang (1/12/2017) .

Hans bercerita, sepekan terakhir sudah beberapa kali ke LIA untuk melaksanakan tugas liputannya. Erupsi Gunung Agung pekan lalu, dan dampak abu vulkanik yang tak menentu tergantung arah angin, belakangan ikut mengganggu aktivitas penerbangan di LIA.

"Ya kondisi debu vulkanik Gunung Agung memang sulit diprediksi. Pernah kita tulis LIA buka, eh tahunya beberapa jam kemudian tutup. Sebaliknya, kita tulis tutup, eh beberapa jam kemudian buka. Jadi kami standby saja, biarlebih cepat dapat infonya," ujar pewarta yang mengaku berambut ikal menawan ini.

Jarak LIA di Lombok Tengah dengan pusat Kota Mataram, lumayan jauh, sekitar 45 Km ke arah Tenggara. Butuh waktu tak kurang dari satu jam untuk bisa ke LIA. Apalagi, dalam kondisi sering hujan dengan durasi panjang, tentu hal yang cukup menyulitkan bagi pewarta seperti Hans, untuk bolak-balik Mataram - LIA.

Media Center yang disediakan manajemen LIA, menurut Hans cukup membantu kerja para pewarta. Apalagi didukung dengan ketersedian listrik dan jaringan Wi-FI, serta ruangan yang bersih dan nyaman.

Jajaran managemen LIA juga sangat terbuka memberikan informasi update terkait operasional LIA dan kondisi penerbangan, sejak dampak debu vulkanik Gunung Agung di Bali mulai berpengaruh pada penerbangan.

Menurut Hans, sepekan ini belasan pewarta pemburu berita selalu berkumpul di sana. Dari media cetak maupun media elektronik, terbitan lokal NTB dan juga nasional.

GM LIA, I Gusti Ngurah Ardita beberapa kali menyampaikan keterangan pers di ruang Media Center ini. Setiap perkembangan juga langsung disampaikan melalui WhatsApp Group yang bisa diakses cepat oleh para pewarta.

"Meski belum ada info baru, pak Ardita juga sering ke Media Center ini sekadar menyapa kami yang sibuk bikin berita. Ini nih yang asyik," tukas Bahanan dengan senyum khasnya. K24

Editor: Bara Elank