Rasio Kelistrikan di NTB Terus Meningkat , Capai 98,5 Persen di Kuartal Pertama 2019

Advertisement

Rasio Kelistrikan di NTB Terus Meningkat , Capai 98,5 Persen di Kuartal Pertama 2019

KATAKNEWS.com
Senin, 13 Mei 2019

LISTRIK PLN. Petugas PLN memasang KWH meter pelanggan baru di pulau-pulau kecil di perairan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB. Rasio elektrifikasi di daerah ini terus meningkat. (Istimewa)


MATARAM - Rasio elektrifikasi (RE) atau rasio kelistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mengalami peningkatan.

RE merupakan perbandingan jumlah kepala keluarga berlistrik dengan jumlah seluruh kepala keluarga.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka menjelaskan, hingga akhir Kuartal I Tahun 2019, RE NTB telah mencapai 95,8 persen.

“Peningkatan ini tentu cukup positif. Di akhir tahun 2018 rasio elektrifikasi sebesar 93 persen, kini sudah hampir 96 persen. Kami optimis bisa mencapai angka 99 persen di akhir tahun ini,” terang Rudi.

Rudi memaparkan, untuk segmen rumah tangga yang digunakan sebagai dasar perhitungan RE, pada akhir April 2019 telah mencapai 1,32 juta pelanggan.

Pelanggan kategori ini mendominasi komposisi pelanggan PLN UIW NTB dengan persentase sekitar 95 persen.

JARINGAN LISTRIK. Petugas PLN menggunakan sampan untuk membawa kabel jaringan ke pulau-pulau kecil di perairan Bima , Nusa Tenggara Barat (NTB). (Istimewa)

Terkait dengan kendala belum adanya jaringan, kata Rudi, PLN melalui program Listrik Pedesaan telah merencanakan pembangunan  jaringan baru.

Misalnya di Dusun Punik di Kabupaten Sumbawa Besar dan Dusun Oi Panihi sampai dengan Dusun Oi Katupa di Kabupaten Bima.

Beberapa waktu lalu PLN juga berhasil melitriki Dusun Pasir Putih, Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

"Diharapkan upaya-upaya tersebut dapat mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi pada 2019 ini," ucap Rudi.

Sedangkan di sisi pembangkitan, lanjut Rudi, PLN UIW NTB telah mempersiapkan beberapa pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan beban.

Beberapa pembangkit yang akan segera dioperasikan antara lain PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLMTG Sumbawa berkapasitas 50 MW, PLTMG Bonto berkapasitas 50 MW, PLTU Sumbawa Barat berkapasitas 14 MW, dan PLTU Jeranjang Unit 2 berkapasitas 25 MW. (Inforial/*)