Ini 10 Fakta Shalat Sunnat Tarawih yang Patut Anda Ketahui

Advertisement

Ini 10 Fakta Shalat Sunnat Tarawih yang Patut Anda Ketahui

KATAKNEWS.com
Sabtu, 11 Mei 2019

Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan.

Shalat sunnat Tarawih merupakan "bonus" ibadah dengan pahala luar biasa pada malam Ramadhan.

Selama sebulan penuh, ummat Muslim shalat berjamaah Tarawih di malam hari dan membaca Alquran. Ini adalah pengalaman yang sangat diberkati dan spiritual.

Syeikh Sharif Faizullah menyoroti ada 10 poin, informasi berharga tentang shalat sunnat yang satu ini.

1. Tarawih Berarti Istirahat dan Relaksasi

Qiyamul lail di bulan Ramadhan setelah shalat Isya disebut ‘tarawih’ karena orang-orang benar sebelum zaman kita dulu beristirahat setelah setiap empat rakaat karena doa mereka panjang. Tarawih adalah sunnah mu’akkad (sunnat yang diutamakan).

2. Shalat Lima Waktu Lebih Penting daripada Tarawih

Shalat lima waktu setiap hari hukumnya wajib sedangkan tarawih adalah sunnah.

3. Sejarah Tarawih

Pada tahun terakhir kehidupan Nabi, Beliau keluar pada suatu malam dan shalat tarawih.

Pada malam itu, beberapa orang ikut berjemaah bersama Nabi SAW. Pada malam kedua, berita menyebar dan lebih banyak orang bergabung untuk tarawih bersama Nabi SAW. Bahkan lebih banyak orang hadir pada hari ketiga.

Pada malam keempat, masjid itu penuh sesak dan orang-orang menunggu kedatangan Nabi SAW.

Namun, Nabi memilih tarawih di rumah sendirian. Setelah Subuh, Beliau SAW berkata:

“Tidak ada yang mencegahku untuk keluar kecuali kenyataan bahwa aku takut itu akan menjadi kewajiban bagimu.” (HR. Muslim)

Dari masa Abu Bakar hingga awal zaman Umar, orang-orang Tarawih secara individu maupun dalam kelompok-kelompok kecil.

Kemudian, Umar mengumpulkan semua orang di belakang seorang imam dan mereka shalat delapan rakaat. Akhirnya, ditingkatkan menjadi 20 raka’at untuk memudahkan orang.

4. Nabi SAW Shalat Delapan Rakaat Tarawih dan Tiga Rakaat Witir

Aisyah ra ditanya tentang shalat malam Nabi, dia berkata:

“Dia tidak sholat lebih dari 11 rakaat di malam Ramadhan atau bulan lainnya. Beliau biasa shalat empat rakaat -jangan tanya saya tentang bagus dan panjangnya- dan kemudian Beliau akan berdoa empat rakaat lagi – jangan tanya saya tentang bagus dan panjangnya – dan kemudian dia akan berdoa tiga rakaat witir.” (HR. Bukhari)

5. Nabi Tidak Menentukan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

“Tidaklah Rasulullah SAW menambah (rakaat shalat malam) di dalam bulan Ramadhan dan tidak pula diluar bulan Ramadhan dari 11 rakaat. Beliau melakukan shalat 4 rakaat dan janganlah engkau tanya mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian beliau kembali sholat 4 rakaat dan jangan engkau tanyakan kembali mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian setelah itu beliau melakukan sholat 3 rakaat,” (HR Bukhori dan Muslim, redaksi menurut Muslim no. 1219, Maktabah Syamilah v. 3).

6. Tarawih Berjemaah Bersama Imam Dihitung Shalat Sepanjang Malam

“Barang siapa shalat malam bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) shalat satu malam (penuh).” (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah)

Jadi jangan "ngacir" dulu sebelum witir bersama imam, sekalipun imam tarawih dengan 20 atau 36 rakaat.

7. Seseorang Boleh Shalat Tarawih Lebih dari Delapan Rakaat

- 8 rakaat+3 witir = Mayoritas ulama hadits:
- 20 rakaat + 3 witir = Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’i
- 36 rakaat + 3 witir = Imam Malik

8. Kualitas Lebih Penting Daripada Kuantitas

Rasulullah SAW bisa menghabiskan waktu sekitar 5 jam (kadang-kadang sepanjang malam) untuk menyelesaikan tarawih (ketika shalat 8 rakaat) dan Beliau akan membaca perlahan dan hati-hati.

9. Pahala Tarawih = Semua Dosa Anda Sebelumnya akan Diampuni

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang Tarawih selama malam di bulan Ramadhan karena iman yang tulus dan mencari pahala dari Allah, maka semua dosa-dosanya yang sebelumnya akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

10. Jangan Terlalu Sensitif Dalam Masalah Perbedaan

Rasulullah SAW bersabda, “Agama itu mudah; siapa pun yang membebani dirinya sendiri dalam agama akan dikuasai olehnya (yaitu ia tidak akan dapat melanjutkan dengan cara itu.) Maka kejarlah apa yang baik; cobalah untuk mendekati kesempurnaan (jika Anda tidak dapat mencapainya); dan menerima kabar baik (bahwa Anda akan diberi pahala). Dapatkan keutamaan besar dengan berdoa di pagi hari, sore hari, dan sepertiga malam terakhir,” (HR Bukhari).

SUMBER : Islampos.com