Bandara Internasional Lombok Antisipasi Cacar Monyet Singapura Masuk NTB

Advertisement

Bandara Internasional Lombok Antisipasi Cacar Monyet Singapura Masuk NTB

KATAKNEWS.com
Kamis, 16 Mei 2019

ANTISIPASI MPX. Petugas KKP Bandara menyiapkan Thermal Scanner di terminal kedatangan Bandara Internasional Lombok, untuk penumpang yang tiba dari Singapura. Hal ini sebagai langkah antisipasi masuknya penyakit Cacar Monyet atau Human Monkeypox (MPX). (Foto: Humas Bandara Internasional Lombok)

MATARAM - Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah melakukan serangkaian antisipasi penyakit Cacar Monyet Human Monkeypox (MPX) yang kini mewabah di Singapura, agar tak masuk ke wilayah Lombok, NTB.

Antisipasi dilakukan dengan perhatian khusus yang diberikan kepada penumpang pesawat Silk-Air, rute Changi Singapura - BIL sejak 13 Mei lalu.

GM Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati mengatakan, antisipasi dilakukan dengan kerjasama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) BIL, di terminal kedatangan internasional.

"Kami melakukan prosedur kewaspadaan dan pemantauan bagi penumpang internasional yang datang mendarat dari Singapura," kata Nugroho, Rabu (15/5).

Prosedur kewaspadaan itu dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, seperti maskapai, KKP, Imigrasi, Bea Cukai dan petugas bandara.

Para penumpang Silk Air dari Singapura akan discanning dengan Thermal Scanner milik (KKP) BIL di terminal kedatangan internasional. Jika ditemukan kasus suspect Cacar Monyet penanganan disiapkan oleh tim kesehatan KKP. Pihak Bandara juga sudah menyiapkan jalur khusus jika ditemukan suspect untuk menghindari kontaminasi.

"Pemantauan dan inspeksi terhadap kabin pesawat dari Singapura yang mendarat di BIL juga dilakukan. Dan tentu saja kami juga selalu monitoring peningkatan status di Singapura," katanya.

Menurutnya, jika ditemukan kasus suspect Cacar Monyet, BIL akan secara intens berkoordinasi lintas stakeholder baik di daerah maupun dengan pusat.

BIL juga menyiapkan lokasi parkir khusus kendaraan ambulance untuk membawa suspect ke RS rujukan di Mataram. Selain itu masker wajah dan sarung tangan karet tetap digunakan petugas untuk menghindari kontak langsung dengan suspect.

Namun demikian, menurut Nugroho, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus suspect Cacar Monyet dari penerbangan rute Singapura-Lombok, di BIL.

"Sampai sekarang belum ditemukan kasus suspect. Lombok, NTB masih aman," katanya.

Sementara itu, Humas BIL I Nyoman Siang menambahkan, penerbangan Silk Air rute Singapura-Lombok terjadwal empat kali dalam sepekan di BIL, yakni setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

"Pemeriksaan sebagai antisipasi dilakukan Body Heat Scanner oleh KKP di terminal kedatangan internasional, ini berlaku untuk semua penumpang dari Singapura," kata Nyoman Siang.

Seperti diketahui Cacar Monyet saat ini tengah mewabah di Singapura. Cacar Monyet atau Human Monkeypox (MPX) adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus orthopoxvirus.

Pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, virus ini juga menjangkit tupai, tikus, maupun hewan primata lainnya. (*)