Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda, Kaukus Millennial NTB Gelar Talkshow "Millennial Memilih"

Advertisement

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda, Kaukus Millennial NTB Gelar Talkshow "Millennial Memilih"

KATAKNEWS.com
Kamis, 04 April 2019

MILLENNIAL MEMILIH. Kaukus Millennial NTB menggelar talkshow Millennialo Memilih di Mataram. (Istimewa)



MATARAM - Kaukus Millennial Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar talkshow bertajuk "Millennial Memilih", Rabu malam (3/4) di gerai Cafe Nice, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda dan pemilih pemula dalam Pemilu 2019, ini dihadiri Koordinator Nasional Kaukus Millennial, Sabolah Al Kalamby, Komisioner Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril, Presiden Mahasiswa IKIP Mataram, Agus Setiawan, Ketua PKC PMII Bali Nusra Aziz Muslim berserta puluhan perwakilan OKP, Mahasiswa dan Osis sewilayah Pulau Lombok.

Koordinator Nasional Kaukus Millennial, Sabolah Al Kalamby mengatakan, tujuan kegiatan itu untuk mengajak millennial untuk turut berpartisipasi memberikan suaranya pada Pemilu 2019, 17 April mendatang.

"Kegiatannya untuk memberikan pemahaman untuk generasi milenial akan pentingnya pemilu. Penting memberikan hak pilih pada calon mana saja yang diyakini," katanya.

Menurutnya, kontribusi suara generasi millennial sangat penting, karena 40 persen dari total pemilih di Indonesia adalah kaum muda millennial. Sehingga, millennial harus berperan menentukan hak pilih mereka tanpa golput.

"Kemudian jangan anggap generasi millennial hanya yang ada di bangku sekolah atau kuliah saja, melainkan mereka yang belum mengenyam pendidikan yang masuk generasi millennial harus berkontribusi dalam Pemilu," katanya.

Diskusi santai tersebut juga mengajak millennial untuk tidak terlibat dalam kampanye SARA, ujaran kebencian dan berita bohong.

Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Data Informasi Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril, mengapresiasi semangat millennial untuk berperan positif dalam Pemilu.

"Bagaimana pun juga milenial menentukan dalam politik ini. 42 juta sekian pemilih se-Indonesia yang umurnya 17 sampai 30 tahun. Kami mengapresiasi kegiatan ini," katanya.

Kegiatan ini dinilai penting untuk membangun kesadaran millennial dalam Pemilu. Dia berharap kegiatan serupa dengan sasaran milenial terus dilakukan di banyak tempat.

"Bawaslu juga melakukan itu, di sekolah-sekolah, kampus-kampus. Mereka siap menjadi relawan partisipatif untuk mengawasi bersama proses pemilu," jelasnya.

Untuk mengantisipasi agar milenial yang telah berusia 17 tahun pada April ini agar dapat memilih, Bawaslu telah berkoodinasi dengan Dukcapil untuk melakukan perekaman terlebih dahulu.

"Karena nanti akan keluar Suket (surat keterangan), karena putusan MK terakhir boleh memilih menggunakan Suket," tukasnya.