Restauran Terapung dan Menu Ikan Hiu Nan Menggoda di Pantai Tanjung Luar

Advertisement

Restauran Terapung dan Menu Ikan Hiu Nan Menggoda di Pantai Tanjung Luar

KATAKNEWS.com
Kamis, 28 Maret 2019

Sejumlah pengunjung di Pantai Dermaga II Tanjung Luar yang nampak tertata rapi.

LOMBOK TIMUR - Meski tak setenar gugusan Pantai Pink di seberangnya, Pantai Tanjung Luar di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, ternyata punya keindahan dan potensi wisata yang wajib dicoba.

Selain bisa berwisata keliling pulau-pulau kecil di sekitar perairan Keruak, traveler yang doyan kuliner bisa memanjakan lidah dengan mencoba beragam menu menantang berbahan daging ikan Hiu, it's real shark !!.

"Luar biasa ya, potensinya layak sekali dikembangkan. Bisa jadi destinasi menarik," kata Dirjen Pembangunan Daerah Tertentu (PDTu), Kemendesa PDTT, Asiyah Gamawati.

Aisyah Gamawati bersama rombongan Ditjen PDTu Kemendesa PDTT serta sejumlah pejabat Pemda Lombok Timur, Rabu siang (27/3) menghadiri seremoni penyerahan bantuan Kemendesa PDTT untuk tiga desa kepulauan dan pesisir di Kecamatan Keruak, yang diselenggarakan di pantai Dermaga II Tanjung Luar.

Dari dermaga itu, rombongan kemudian meninjau Desa Maringkik yang berada di pulau Maringkik dan menikmati hidangan makan siang di restauran terapung di perairan Tanjung Luar.

Pantai Tanjung Luar, memang mulai memesona. Kawasan bekas dermaga yang belasan tahun mangkrak, kini berubah menjadi destinasi wisata yang tertata dan menarik.

Restauran terapung di perairan Tanjung Luar.

Pantainya bersih dan beberapa warung berjajar rapi. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjoh yang mengelola kawasan ini membangun beberapa spot fotografi yang menarik.

"Dari sini traveler juga bisa ke pantai Pink dengan paket murah, hanya Rp75 ribu per orang, sudah dapat makan siang," kata Haris, seorang pemandu wisata.

Soal kuliner, Tanjung Luar punya kekuatan yang sulit ditemukan di destinasi lain. Ya, beragam menu berbahan daging ikan Hiu. Beberapa warung di pantai Tanjung Luar menawarkan menu khas ini, sate hiu, hiu goreng, dan hiu kuah santan, dengan harga yang sangat bersaing.

"Disini, memang pusatnya (ikan) Hiu," kata Wapeni, seorang nelayan Hiu yang juga berbisnis minyak Hiu berkhasiat.

Petugas memberisihkan ikan Hiu di TPI Tanjung Luar.

Menurut Wapeni, melihat Hiu sudah menjadi keseharian masyarakat di sana. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar, konon merupakan pusat lelang ikan Hiu terbesar di Indonesia Timur.

TPI berada tak jauh dari pantai Dermaga II Tanjung Luar. Selain berbagai macam ikan hasil tangkapan, ikan Hiu menjadi yang paling dominan berada di TPI itu.

"Permintaan untuk ikan Hiu di TPI Tanjung Luar ini bisa mencapai 200 ekor per hari," kata Juru Lelang TPI Tanjung Luar, Moch Tahir.

Tidak semua jenis hiu dilelang disini. Yang ada hanya jenis yang boleh ditangkap dan dipasarkan saja yakni Hiu Kejen atau Silky Shark (Carcharhinus Falciformis) yang banyak ditemukan di perairan Nusa Tenggara.

Wisatawan domestik berswafoto di pantai Dermaga II Tanjung Luar.

Sirip ikan Hiu dijual untuk eksport, sementara dagingnya dijual di pasaran lokal dan domestik termasuk untuk memenuhi kebutuhan warung dan restauran khas ikan Hiu.

"Asyik juga di sini. Ternyata ada kuliner khas Hiu, wajib coba deh ke Tanjung Luar," ujar Ekawati Handayati, traveler asal Surabaya yang mampir di Tanjung Luar setelah menikmati indahnya pantai Pink.