Pembukaan Jalur Pendakian Rinjani Masih Menunggu Hasil Evaluasi

Advertisement

Pembukaan Jalur Pendakian Rinjani Masih Menunggu Hasil Evaluasi

KATAKNEWS.com
Selasa, 19 Maret 2019

PUNCAK RINJANI. Keindahan dari puncak Gunung Rinjani, yang selalu menantang adrenalin wisatawan untuk mendaki. (Istimewa)


MATARAM - Pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, masih menunggu keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH).

“Estimasi (pendakian Rinjani) mulai dibuka kembali pada April nanti. Tapi tergantung dari (keputusan) Dirjen (KSDA)," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono, Selasa  (19/3) di Mataram.

Kepala Balai TNGR, Sudiyono. 

Menurutnya, survei jalur pendakian Gunung Rinjani sudah dilakukan untuk memetakan keamanan jalur pendakian pasca gempa bumi Juli-Agustus 2018 lalu.

Survei melibatkan tim gabungan terdiri dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, BMKG, TNI-Polri, perwakilan trekking organizer (TO), guide, porter dan masyarakat.

Sudiyono menjelaskan, hasil survei tersebut rencananya akan dibahas di Direktorat Jenderal (Ditjen) KSDA di Jakarta pada 28 Maret mendatang.

"Kemudian hasil evaluasi nanti akan kita laporkan ke pak Dirjen (KSDA) dan nanti ini yang buka pak Dirjen,” katanya.

Seperti diketahui, jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup pasca gempa bumi Juli-Agustus 2018.

Penutupan jalur tahunan akibat kondisi cuaca buruk Desember 2018 - Maret 2019.

Namun, papar Sudiyono, tahun ini sedikit berbeda karena kawasan Gunung Rinjani juga terdampak gempa bumi sehingga ada jalur-jalur yang longsor dan rawan untuk keselamatan pendaki.

Menurutnya, kendati pun nanti dibuka kembali pada April, pendakian gunung Rinjani kemungkinan belum bisa sampai ke lokasi danau Segara Anak atau pun ke puncak Rinjani.

Berdasarkan survei yang dilakukan semua jalur pendakian gunung Rinjani tidak dapat sampai hingga ke danau Segara Anak, mengingat kondisi jalur ke sana masih sangat berbahaya.

Jalur Sembalun, Lombok Timur juga tidak bisa sampai ke puncak Rinjani, karena masih ditemukan retakan-retakan yang sangat beresiko bagi pendaki.

Sementara jalur Aik Berik, Lombok Tengah hanya dapat hingga puncak Kondo saja.

Namun pihak Balai TNGR akan kembali mensurvei jalur-jalur pendakian yang memang dapat digunakan sebagai alternatif.

"Kita harapkan ada kesepakatan antara pelaku pariwisata dan pemerintah, agar wisata TNGR (pendakian Rinjani) harus berjalan. Tapi juga harus dipastikan aman dan nyaman, sehingga tidak beresiko kecelakaan lagi ke depan," katanya.

Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci.

Dengan ketinggian puncak 3.726 mdpl, Rinjani juga memiliki keunikan tersendiri karena ada gunung Baru Jari, yang disebut sebagai anak Rinjani dan juga danau Segara Anak yang membentang di bekas kawah Rinjani.

Rinjani juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lombok, yang mampu menyedot puluhan ribu kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahun.

Tahun ini Rinjani juga menjadi lokasi event ekstrim marathon Rinjani 100, yang masuk dalam calender of event (CoE) pariwisata NTB 2019.