Pangdam IX/Udayana Pastikan Penanganan Korban Gempa Lombok Berjalan Baik   

Advertisement

Pangdam IX/Udayana Pastikan Penanganan Korban Gempa Lombok Berjalan Baik   

KATAKNEWS.com
Senin, 18 Maret 2019

TINJAU LOKASI. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto bersama Mensos RI Agus Gumiwang dan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah saat meninjau lokasi korban gempa bumi di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. (Foto: Penrem 162/WB)


LOMBOK TIMUR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto berkunjung ke Lombok, NTB, Senin (18/3) untuk meninjau korban gempa dan memastikan penanganannya berjalan dengan baik.

Gempa bumi 5.4 M yang terjadi Minggu sore (17/3) telah menyebabkan kerusakan sejumlah rumah di Lombok Timur, dan longsor di air terjun Tiu Kelep, Lombok Utara.

Pangdam Benny didampingi Kasrem 162/WB, Letkol Inf Endarwan Yansori meninjau lokasi terparah di Dusun Solong, Desa Pesanggarahan Kecamatan  Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA: Gempa Bumi 5.4 M Guncang Lombok, Ratusan Rumah Rusak di Lombok Timur

Bersama Pangdam nampak Mensos RI Agus Gumiwang dan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

Pangdam Benny mengatakan, proses penanganan tanggap darurat diterapkan dalam bencana gempa bumi 17 Maret ini. Sementara di sisi lain proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi gempa bumi 2018 tetp terus berjalan dengan baik.

"Saat ini kita melaksanakan tanggap darurat, dan kita anggap rehab rekon berlanjut, evakuasi sudah kita lakukan. Semua korban luka sudah teratasi sampai korban jiwa sudah ditangani dengan baik," kata Pangdam Benny.

Menurut Pangdam Benny, dari hasil pendataan, maka kerusakan rumah akibat gempa bumi tahun 2018 lalu akan bertambah dengan kejadian gempa bumi Maret 2019 ini.

"Semula rumah rusak ringan akan menjadi rusak berat, dan ini akan dilakukan pendataan ulang sambil melakukan pencairan dana yang sedang dikerjakan," jelas Pangdam Benny.

Ia menambahkan, TNI telah mengerahkan 1000 personel tambahan yang mempunyai spesifikasi khusus untuk membangun.

"Sekarang kita fokus untuk mendata ulang kerusakan rumah, segera diverifikasi dan buat Pokmas untuk percepatan tahap rehab rekon," harapnya.

Terkait adanya rumah tahan gempa (RTG) yang sudah terbangun dan rusak akibat gempa kemarin, Pangdam menegaskan akan dilakukan pengecekan, namun dari laporan sementara kebanyakan sambungan.

"Mudah mudahan tidak ada, dan kalau ada ini menjadi bahan evaluasi kita bersama karena kita berharap tidak ada lagi rumah yang roboh, tapi ini alam jadi tidak ada yang bisa menjamin," pungkasnya. (Penrem 162/WB)