Lombok International Airport Berbenah Sambut MotoGP 2021

Advertisement

Lombok International Airport Berbenah Sambut MotoGP 2021

KATAKNEWS.com
Rabu, 27 Maret 2019


GM Lombok International Airport, Nugroho Jati.


MATARAM - Sebagai gerbang pertama untuk memasuki Lombok, manajemen Lombok International Airport (LIA) menyambut baik rencana penyelenggaraan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2021 mendatang.

General Manager LIA Nugroho Jati mengatakan, untuk mensupport rencana itu pihaknya akan melakukan  pembenahan bandara mulai dari perpanjangan landasan pacu (runway) hingga perluasan terminal bandara.

"Untuk rencana perpanjangan landasan saat ini masih dalam tahap perencanaan di Jakarta, kantor pusat kami. Kami belum dapat update terkait itu, tapi yang jelas sudah dalam proses kajian," kata Nugroho Jati, Rabu (27/3) di Mataram.

Jati menyatakan, landasan pacu bandara yang saat ini hanya sepanjang 2.750 meter akan ditambah menjadi 3.330 meter agar bisa mengakomodir pesawat berbadan besar.

Selain perpanjangan landasan pacu, manajemen LIA juga akan melakukan pengerasan landasan pacu.

"Untuk pola pembiayaannya seperti apa, kami belum tahu karena semua perencanaan ada di Jakarta," jelasnya.

Jati menyampaikan pembenahan sejumlah sarana dan prasarana di bandara sedang dalam tahap pembicaraan antar pemangku kepentingan dalam kesiapan menyambut MotoGP 2021.

"Kita masih menunggu pertemuan selanjutnya, sebenarnya frekuensinya nanti akan seperti apa berdasarkan yang sudah pengalaman dalam MotoGP," katanya.

Perluasan terminal juga akan dilakukan dari yang saat ini hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun.

"Tahun ini akan dilakukan pengerjaan perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi atau 100 persen perluasan terminal dengan sasaran mampu menampung 7 juta penumpang per tahun," katanya.

Dari sisi parkir pesawat, kata Jati, LIA saat ini mampu menampung 18 pesawat parkir dalam satu jam pada waktu yang bersamaan.

Menurutnya, operasional pergerakan pesawat dalam satu jam tidak selalu 18 pesawat yang parkir lantaran ada yang datang dan berangkat.

"Kita sangat mendukung dan sedang memperhitungkan kebutuhannya apa saja, termasuk kunci utama adalah bagaima efek domino kegiatan ekonomi di Lombok bisa terwujud, itu yang perlu kita persiapkan," tukasnya.