Empat Ribuan Keluarga Korban Gempa Terima Bantuan Tunai Multiguna UNICEF

Advertisement

Empat Ribuan Keluarga Korban Gempa Terima Bantuan Tunai Multiguna UNICEF

Redaksi KATAKNEWS
Sabtu, 09 Maret 2019

BANTUAN TUNAI MULTIGUNA. Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar bersama Direktur UNICEF untuk Indonesia Robert Gass, Country Manager CRS Indonesia Yenny Suryani dan perwakilan penerima bantuan tunai multiguna, usai peresmian program di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. (Foto: Humaspro Pemda Lombok Utara) 

LOMBOK UTARA - Sekitar 4.200 keluarga korban gempa bumi yang tersebar di enam Desa di Lombok Utara dipastikan akan menerima Bantuan Tunai Multiguna yang diinisiasi oleh United Nations Children's Fund (UNICEF), atau lembaga dana anak-anak organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para penerima bantuan adalah keluarga dengan ibu hamil dan menyusui, atau yang memiliki anak berusia di bawah 7 tahun.

Setiap keluarga penerima bantuan menerima bantuan tunai sebesar Rp4.050.000,- (Empat Juta Lima Puluh Ribu Rupiah) yang akan disalurkan dalam empat tahap pencairan.

Dalam program ini UNICEF bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI dan mitra Catholic Relief Services (CRS) Indonesia, PT Pos Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Program Bantuan Tunai Multiguna diresmikan Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar, Kamis (7/3) di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan Lombok Utara.

Hadir dalam peresmian program, Direktur UNICEF untuk Indonesia, Robert Gass, Country Manager CRS Indonesia Yenni Suryani, Kadis DPMPD Dukcapil NTB Dr Azhari, Kepala PT Pos NTB Cristo Lamek Hilir, Kadis Sosial KLU Muhammad Faisol, Kadis Kesehatan KLU Khairul Anwar, para Camat, beserta warga penerima bantuan dan undangan lainnya.

Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan oleh Direktur UNICEF untuk Indonesia dan Bupati Lombok Utara kepada perwakilan ibu dan anak penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar mengatakan, bantuan tunai multiguna diharapkan mampu membantu pemulihan dan percepatan penanganan bencana di Lombok Utara.

"Memang harus di ikhtiararkan, bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi percepatan pembangunan ekonomi dan kesehatan juga diperlukan. Harapan kami, apa yang dilakukan saat ini, berharga untuk ibu dan anak-anak," kata Bupati Najmul.

Menurutnya kerusakan fisik infrastrukur dan bangunan akibat gempa bumi di Lombok Utara cukup berat. Setidaknya tercatat 71 ribu unit rumah rusak, dan 44 ribu diantaranya dengan kondisi rusak berat.

"Hal ini sangat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak-anak. Sehingga kami rasa program ini tepat dilakukan di Lombok Utara," katanya.

4.200 keluarga penerima bantuan di Lombok Utara tersebar di enam desa. Antara lain Desa Dangiang di Kecamatan Kayangan, Desa Senaru, Desa Sukadana, Desa Mumbul Sari di Kecamatan Bayan, Desa Teniga di Kecamatan Tanjung, dan Desa  Rempek di Kecamatan Gangga.

Direktur UNICEF untuk Indonesia, Robert Gass menjelaskan, UNICEF sudah bekerja di Indonesia sejak tahun 1978 dan berfokus pada kebutuhan dan hak-hak anak, kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak terutama anak dari keluarga  yang terdampak bencana.

"Jadi bantuan bencana menjadi perhatian UNICEF, bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia," katanya.

Robert mengatakan, bantuan tunai multiguna yang dilakukan di Lombok Utara merupakan model baru dan pertama kali dilakukan di Indonesia.

Jika program ini berhasil maka menjadi rekomendasi untuk kegiatan Unicef di tempat lainnya.

"Bantuan ini tunai, karena masyarakat lebih paham kebutuhannya. Bantuan tunai ini bantuan jangka pendek untuk mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Country Manager CRS Indonesia Yenni Suryani menjelaskan, dalam bantuan tunai multiguna ini dana bantuan akan disalurkan melalui kantor Pos atau PT Pos Indonesia.

"Pada program ini, penyaluran dana bekerjasama dengan kantor pos untuk memberikan bantuan tunainya. Dengan syarat bantuan ini digunakan prioritas untuk kesehatan ibu dan anak," jelasnya.

Menurut Yenni, sebelumnya UNICEF juga sudah berpartisipasi sejak terjadi gempa Agustus silam, bahkan sempat merespons saat gempa tahun 2013.

"Saat gempa UNICEF memberikan material seperti terpal, tikar dan lain-lain," katanya. Sastro