Pangdam Udayana Tekankan Netraliltas dan Soliditas TNI-Polri

Advertisement

Pangdam Udayana Tekankan Netraliltas dan Soliditas TNI-Polri

KATAKNEWS.com
Kamis, 14 Februari 2019

NETRALITAS. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto bersama Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri, usai Rapim TNI-Polri di Mataram. (Foto: Penrem 162/WB) 


MATARAM - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menekankan netralitas dan soliditas TNI-Polri untuk memastikan pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan aman dan damai.

"Untuk mendukung pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai ada dua strategi utama yang harus dilaksanakan yakni menjaga netralitas dan soliditas TNI Polri supaya mampu bersinergi dengan semua komponen sehingga KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan Pemilu berjalan aman dan damai," kata Pangdam Benny, Rabu (13/2) usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri yang dihadiri Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri, di Hotel Lombok Plaza, Mataram.

Pangdam menjelaskan, penggunaan kekuatan TNI dalam Pemilu sesuai dengan penyampaian yakni 2/3 dari kekuatan Polri di setiap wilayah. Namun karena keterbatasan sehingga digunakan asas prioritas dari kemungkinan eskalasi ancaman.

Ia mengatakan, eskalasi ancaman sudah dipetakan semua oleh Polda NTB dan TNI akan mengimbanginya.

"Jadi tidak cukup pasukan saya digelar dengan teori 2/3 kekuatan Polri," ujarnya.

Oleh karena itu, saling memback up dengan membaca eskalasi ancaman sehingga bisa menjawab bila terjadi kemungkinan-kemungkinan kontijensi.

Diakuinya, tahapan Pemilu hingga saat ini masih dalam kondisi kondusif.

"Alhamdulillah semua masih normal dalam masa Pemilu yang hanya tinggal 2 bulan," kata Pangdam.

Menurutnya, untuk wilayah Kodam IX/Udayana ada tiga provinsi secara keseluruhan sampai saat ini masih aman, meskipun di tingkat nasional Provinsi NTT dianggap termasuk daerah yang dipetakan berwarna merah, namun itu diambil dari eskalasi Pilkada.

"Kita doakan saja," ucapnya.

Selain itu, Alumni Akmil 87 tersebut juga menyampaikan bahwa media juga memegang peranan untuk bersinergitas bersama TNI Polri khususnya dengan KPU dan Bawaslu diperlukan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat.

Pangdam kemudian menyebutkan peran media dalam Pemilu yakni pertama, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak golput dan berdatangan ke TPS karena keberhasilan demokrasi salah satu tolak ukurnya partisipasi masyarakat dalam proses Pemilu dan kedua, media melalui tulisannya mampu membuat suasana menjadi dingin atau panas.

Obyek dalam Pemilu adalah masyarakat, penyelenggaranya KPU dan Bawaslu, TNI Polri sebagai pendukung sesuai dengan tugasnya dan media yang mengelola dan menciptakan suasana sesuai isi tulisan.

"Mari kita bersinergi mensupport program demokrasi sehingga pesta demokrasi bangsa betul betul tercapai dengan tolak ukur damai dan koridor hukum berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri menyampaikan saat ini waktu Pemilu sudah memasuki 2 bulan terakhir sehingga harus merefresh penyiapan rencana pengamanan.

"Terkait dengan pengamanan masing-masing TPS yang rawan ada siklus, tahapan dan mekanisme penanganannya dan apabila terjadi eskalasi ancaman maka TNI sudah dipersiapkan," paparnya.