Korban Meninggal Akibat Rabies di Dompu Meningkat jadi Enam Orang

Advertisement

Korban Meninggal Akibat Rabies di Dompu Meningkat jadi Enam Orang

KATAKNEWS.com
Kamis, 14 Februari 2019

KLB RABIES DOMPU. Kadikes NTB, Nurhandini Eka Dewi saat menerima Vaksin Anti Rabies dan Serum Anti Rabies dari Subdit Zoonosis Kemkes RI di Jakarta. (Foto: Istimewa)

MATARAM - Jumlah korban meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies meningkat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi mengatakan, hingga Rabu (13/2) tercatat sebanyak 627 orang dilaporkan digigit, dan enam orang meninggal dunia.

"Dari 627 orang yang digigit, itu saat ini enam orang meninggal dunia," katanya, saat dihubungi Rabu (13/2) di Mataram.

Nurhandini mengatakan, untuk kasus KLB Rabies di Dompu, pihaknya berharap segera dilakukan eliminasi anjing liar secepatnya.


Untuk mengantisipasi peningkatan kasus rabies ke manusia, Nurhandini menjelaskan, Kemenkes RI melalui Dikes NTB sudah menyalurkan 2.800 vaksin anti rabies.

"Besok saya bawa dari Jakarta 600 lagi.Jadi jumlah itu masih cukup," katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Budi Septiani mengatakan, berdasarkan laporan Dinas Peternakan Dompu tercatat setidaknya ada sebanyak 9 ribu ekor anjing lebih di Dompu yang tersebar di delapan Kecamatan. 4 ribu diantaranya merupakan anjing peliharaan masyarakat, sedangkan 5 ribu sisanya anjing liar. Untuk anjing liar ini sudah dilakukan eliminasi sebanyak 1.028 ekor anjing

"Eliminasi anjing liar ini melibatkan anggota Perbakin, dan akan terus dilakukan," katanya.

Sementara untuk anjing peliharaan dilakukan vaksinasi secara bertahap. Selain itu masyarakat pemelihara anjing juga diberi edukasi tentang rabies.

Sejauh ini, papar Budi, dari hasil tes sampel otak anjing yang dieliminasi, terdapat 10 ekor yang positif rabies.

Untuk mencegah penyebaran hewan penular rabies (HPR) ini, Dinas Peternakan bersama Balai Karantina sudah melakukan penjagaan ketat di pelabuhan penghubung Lombok dan Sumbawa.

"Karantina juga menahan, tidak boleh ada keluar masuk Sumbawa, yang di Lombok sudah dieliminasi, yang ada pemilik vaksinasi," katanya.