Harga Cabai Anjlok di Tingkat Petani, Dampak Tiket Pesawat Mahal

Advertisement

Harga Cabai Anjlok di Tingkat Petani, Dampak Tiket Pesawat Mahal

Redaksi KATAKNEWS
Sabtu, 16 Februari 2019

 PLH Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN ) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Suparno. (Foto : Ari)

MATARAM - Harga cabai rawit di Provinsi NTB terancam anjlok di tingkat petani maupun di sejumlah pasar tradisional.

Turunnya harga salah satu bumbu dapur itu, disebabkan hasil panen melimpah dan terbatasnya pengiriman ke luar daerah.

Hal ini juga disebabkan karena total harga pengiriman untuk keluar daerah pada saat ini tinggi akibat melonjaknya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

"Yang membuat harga (cabai) turun dikarenakan para pengepul tidak bisa lagi mengirim cabai ke luar daerah," kata Lalu Suparno, selaku PLH Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN ) Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Menurutnya, dulu sebelum harga tiket naik, pengiriman cabai dikenakan biaya sekitar Rp12 ribu per KG. Tapi sekarang bisa tembus Rp20 ribu per Kg.

Hal ini membuat pengepul berpikir ulang jika harus mengirim dalam jumlah besar ke luar daerah.

Seperti diketahui saat ini harga cabai di tingkat petani berkisar Rp5.000 per KG sementara harga jual ke pengepul berkisar Rp10 ribu.

Pantauan Dinas Perdagangan NTB harga cabai di sejumlah pasar tradisional di NTB berkisar Rp18 ribu - Rp20 ribu per Kg, turun dari yang sebelumnya Rp25 ribu per Kg.

Harga itu dinilai masih wajar untuk saat ini, namun bisa terancam anjlok ke depan di tingkat petani dan pasar, jika kondisi ini dibiarkan berlarut.