H Irzani : Pesantren Juga Bisa Ciptakan Enterprenuer Berbasis Teknologi

Advertisement

H Irzani : Pesantren Juga Bisa Ciptakan Enterprenuer Berbasis Teknologi

KATAKNEWS.com
Selasa, 12 Februari 2019

H Irzani.


MATARAM - Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia diharapkan bisa menjadi tumpuan harapan dalam mencetak generasi handal dan bermoral.

Di era kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini, Pesantren dan para santri, bisa menjadi agen perubahan teknologi, yang bukan saja mampu memanfaatkan teknologi, tapi juga mampu memproteksi dampak buruk perkembangan teknologi itu sendiri.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, potensi dan sumbangsih Pesantren sudah sangat teruji sejak dulu di Indonesia, termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pesantren juga menjadi pusat pengembangan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti ekonomi rakyat seperti koperasi dan usaha kecil, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat hingga pada konservasi lingkungan.

"Harus diakui, Pesantren dapat menjadi tempat penyemaian pemimpin masa depan dalam banyak bidang. Pesantren juga berpotensi besar menjadi wadah pencetak enterpreneur yang bisa menggerakkan potensi ekonomi masyarakat, dan menjadi agen perubahan teknologi di zaman kekinian seperti sekarang ini," kata H Irzani, Selasa (12/2).

Pengembangan teknologi tepat guna di Pesantren, menurutnya, harus mulai dilakukan saat ini. Para santri sudah saatnya menunjukan kreativitas dan inovasi mereka di bidang teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat.

Menurutnya, paradigma kebanyakan awam harus mulai berubah tanpa mengubah esensi Pesantren dan santri itu sendiri. Sebab, teknologi tak akan membawa santri keluar dari nilai-nilai kesantriannya karena teknologi adalah kebutuhan saat ini.

"Santri di Ponpes modern bisa berselancar internet dengan gadget tanpa terpengaruh dampak negatifnya, karena santri menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan serta tidak menyalahgunakannya. Contoh itulah yang harus ditiru oleh santri-santri yang mampu melaju di tengah zaman tanpa harus malu mengakui identitasnya sebagai santri," katanya.

Irzani mengatakan, kemajuan teknologi juga punya banyak manfaat. Misalnya dengan smartphone para santri bisa mengaji Al-Qur’an atau membaca, mempelajari hadits, dan menela’ah kitab kuning.

Lalu dengan gadget itu, mereka bisa mengatur waktu mereka untuk beribadah dan melakukan kegiatan lainnya. Laptop juga bisa digunakan untuk dakwah dengan mengetik tulisan dan mengirimnya ke media masa atau mempublikasikannya sendiri di blog ataupun situs-situs berbasis Islam.

"Penyampaian ajaran Islam tidak selalu hanya melalui sebuah mimbar. Saat ini banyak media penyampaian ajaran Islam yang dapat dimanfaatkan salah satunya melalui lirik lagu. Group Band Wali telah membuktikan ini. Group Band jebolan Pesantren Dar-El-Qolam ini menyampaikan da’wah mereka melalui lirik-lirik lagu mereka," kata Irzani.

Menurut Irzani, Ponpes sebagai agen perubahan teknologi harus mulai didorong juga di Lombok, NTB.

Hal ini menjadi tantangan bagi para pengurus pesantren, agar mereka mampu mencetak kader ummah yang bukan hanya mempunyai kemampuan di bidang agama, tetapi juga mampu berkembang dan mengembangkan masyarakat di tengah-tengah lajunya arus globalisasi.

Inisiasi Bisa Dimulai dari Lomba-Lomba

Pemanfaatan teknologi di dunia Pesantren akan membuka peluang bagi para santri untuk bisa berkreasi dan berinovasi dalam bidang teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk masyarakat.

Apalagi, kehidupan santri yang selalu berbaur dengan masyarakat sangat memahami potensi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Irzani mengungkapkan, Pesantren sebagai agen perubahan teknologi bisa diinisiasi dengan lomba-lomba atau pameran teknologi tepat guna (TTG) karya para santri.

Ia menilai ada cukup banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk hal ini. Misalnya saja, dalam kegiatan MTQ yang setiap tahun diselenggarakan dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, hingga Provinsi.

"Di beberapa daerah di Jawa, hal ini sudah mulai dilakukan. Ada lomba teknologi tepat guna santri, ada santri yang membuat sistem pengairan pertanian, bahkan santri ada yang bisa merangkai robot. Ya tentu di Lombok yang potensi pertaniannya jadi unggulan, akan banyak hal yang bisa dikreasikan," katanya.

Lomba semacam ini tentu akan memicu semangat berkompetisi Pesantren di bidang teknologi tepat guna. Selain itu juga menjadi wadah apresiasi dan penghargaan bagi Pesantren agen perubahan teknologi.

Sekretaris PB NW Provinsi NTB ini mengatakan, mengembangkan Pesantren yang ramah teknologi seperti ini menjadi salah satu cita-cita yang akan diperjuangkannya di kursi DPD RI perwakilan NTB kelak.