Wagub Sitti Rohmi : Perlu Merubah Mindset untuk Wujudkan Zero Waste

Advertisement

Wagub Sitti Rohmi : Perlu Merubah Mindset untuk Wujudkan Zero Waste

Redaksi KATAKNEWS
Jumat, 11 Januari 2019

BAPPEDA ZERO WASTE. Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi saat melaunching Bappeda Zero Waste, Jumat (11/1) di Kantor Bappeda NTB. (Foto: Humas Prov NTB)


MATARAM - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menegaskan perlu upaya bersama merubah pola pikir masyarakat untuk mewujudkan NTB Zero Waste.

"Sudah saatnya warga NTB merubah mindset untuk menempatkan kesehatan sebagai prioritas dalam hidup. Zero Waste merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam kehidupan," kata Sitti Rohmi, saat melaunching Bappeda Zero Waste, Jumat (11/1) di Kantor Bappeda NTB.

Wagub Rohmi mengatakan, pengelolaan sampah dan tata kelola lingkungan tak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah saja, namun butuh kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Kesadaran kolektif ini bisa terbentuk jika ada upaya mengubah mindset, bahwa kebersihan lingkungan sangat berkaitan erat dan mempengaruhi derajat kesehatan. Selanjutnya, derajat kesehatan yang bagus akan menjadi pendukung terciptanya sumber daya manusia yang mumpuni di sektor pendidikan.

"Mindset harus mulai diubah. Jadi bagaimana keluarga kita punya standar kesehatan yang bagus. Bagaimana keluarga kita punya standar pendidikan yang tinggi. Sebenarnya ini sangat mudah dilakukan, namun karena tidak pernah kita lakukan, akhirnya menjadi sesuatu yang kita anggap remeh. (Karena) pemahaman dan esensi kebersihan tidak muncul dari dalam hati," tukas Rohmi.

Baca Juga : Menuju Zero Waste, NTB akan Kirim Perwakilan Belajar ke Polandia

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Bappeda Provinsi NTB dalam menginisasi dan menciptakan lingkungan kantor zero waste.

"Saya sangat mengapresiasi Bappedda yang pertama menginisiasi lingkungan zero waste. Ini merupakan bagian penting dari kegiatan-kegiatan besar di Provinsi NTB. Ini merupakan kegiatan yg esensinya sangat penting untuk masa depan NTB," katanya.

Ia berharap ke depan, setelah launching juga diikuti dengan tanggung jawab moril seluruh pegawai dan diikuti dengan follow up yang jelas. Para pegawai Bappeda NTB diminta mampu menjadi agen zero waste.

"Kita tidak saja berbicara fasilitas dan sarana prasarana, tempat sampah, tumbler, ini bisa kita beli. Namun mindset tentang kebersihan dan kesehatan menjadi mindset utama dan prioritas utama dalam hidup," tegasnya.

Menurutnya, perubahan mindset secara kolektif harus dimulai dari aparatur pemerintahan.

"Kita sebagai pelayan masyarakat. ASN zaman sekarang dituntut untuk bisa memberikan contoh. Pribadi-pribadi inilah yang menjadi contoh bagi masyarakat membawa nama Provinsi NTB. Siapapun kini bisa dikomentari dengan begitu mudah," ujar Wagub Rohmi.

Wagub juga menegaskan launching zero waste di Bappeda akan menjadi hebat adalah jika mampu menularkan ke rumah, ke keluarga, dan ke tetangga.

"Akan menjadi luar biasa jika 150 pegawai disini menjadi agen zero waste di NTB, kita harus mulai dari diri sendiri. Kita berbicara di depan orang banyak tapi kita juga harus bisa memberikan teladan kebaikan bagi semua orang dan kepada Kabupaten/Kota lain. Jangan sampai hanya sekedar pencitraan saja," tegasnya.

Wagub Rohmi juga berpesan dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mulai memperbaiki diri. Dari hal kecil saja, seperti merasa bersalah jika membuang sampah sembarangan.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Ridwansyah mengatakan, launching Bappeda Zero Waste merupakan komitmen Bappeda Provinsi NTB untuk dapat mengurangi dan menyelesaikan sampah mulai dari lingkungan kantor dan menciptkan lingkungan kerja bebas sampah.

"Itulah komitmen kami, dengan jumlah 150 pegawai. Artinya ketika sekali rapat, sekali kegiatan, bisa jadi dalam sehari paling tidak membawa botol dan meminum dari bahan plastik. Insha Allah dalam sehari 500 botol plastik yang kita bisa kurangi sampahnya," katanya. K18/HmsNTB