Teknis Rehab Rekons Sudah Dipermudah, Fasilitator dan Babinsa Harus Dampingi Masyarakat

Advertisement

Teknis Rehab Rekons Sudah Dipermudah, Fasilitator dan Babinsa Harus Dampingi Masyarakat

KATAKNEWS.com
Jumat, 18 Januari 2019

RAKOR PERCEPATAN. Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani memberikan sosialisasi teknis rehab rekons, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Pemda Kabupaten Lombok Timur.(Foto: Penrem 162/WB) 

LOMBOK TIMUR - Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sesuai petunjuk teknis (Juknis) saat ini tenis pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi rumah masyarakat terdampak gempa sudah semakin mudah. Hal ini diharapkan bisa mempercepat tahap rehab rekons pasca gempa bumi di NTB.

Danrem Rizal menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur, Kamis (17/1) di Pendopo I Bupati Lombok Timur. Rapat juga diisi dengan sosialisasi kepada para Fasilitator baik Babinsa maupun warga sipil di wilayah kabupaten Lombok Timur.

"Petunjuk Teknis persyaratan administrasi sudah dipermudah, untuk rumah rusak ringan dan sedang Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) kebutuhan cukup tulis tangan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pencairan dana di BRI melalui Pokmas, dan ini sudah mendapat persetujuan Gubernur NTB," kata Danrem Rizal.

BACA JUGA : Korem 162/WB Gelar Operasi Teritorial PDB Gempa NTB

Rapat yang dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi juga dihadiri  Dandim 1615/Lotim Letkol Agus Setiandar, perwakilan BPBD NTB Yulianto, Kapolres Lotim diwakili, Pimpinan Cabang BRI Selong Tasurun, Kadis PUPR Lotim, Kadis Perkim Lotim Muhadan, ST. MM, Kalak BPBD Lotim Purnama Hadi, Kaban Bappeda Lotim Ahmad Dewanto Hadi, Kadis Dukcapil Lotim Ir. Sateriadi, Ketua Kadin Lotim Marwan, Camat Se Kabupaten Lotim, para Danramil dan Kapolsek. 

Danrem Rizal menekankan, Korem 162/WB sudah membentuk Satgas Opster yang akan mendukung dan membantu Pemerintah Daerah dalam proses rehab dan rekons rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang.

"Babinsa yang telah dilatih sebagai Fasilitator tahap awal sebanyak 500 personil untuk membantu Fasilitator sipil," katanya.

Dijelaskan, dalam prosedur pencairan dana nantinya Babinsa bersama Babinkamtibas membuat Pokmas dengan mendata rumah rusak ringan dan sedang secara terpisah. Setelah itu laporkan ke Kades agar dibuatkan SK.

"Kemudian laporkan ke BPBD dengan tembusan Kadis Perkim untuk mempermudah pencairan dana," jelasnya.

Danrem berharap Fasilitator sipil agar gabung dengan Fasilitator dari TNI untuk bersama-sama bekerja membantu masyarakat dan pemerintah dengan niat yang tulus dan ikhlas agar bernilai ibadah.

Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi menyampaikan,  selama ini kita mengutamakan rumah yang rusak berat, namun sekarang untuk rumah rusak ringan dan sedang akan dikerjakan oleh Fasilitator dan Aplikator dibantu dari TNI sehingga rumah yang rusak ringan dan sedang bisa segera diselesaikan.

"Bupati telah turun langsung ke lokasi dampak gempa di wilayah Kabupaten Lotim, Target pembangunan rumah sebanyak 9.700 unit, namun faktanya di lapangan baru 10 unit rumah yang sudah di bangun. Kita berharap dengan adanya operasi teritorial yang dilaksanakan TNI ini akan dapat mepercepat proses perehaban rumah terutama rumah rusak ringan dan sedang," tukasnya.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi materi Juknis dari Perwakilan BPBD Provinsi NTB kepada seluruh peserta yang hadir terkait dengan tugas pokok dan fungsi pelaksana kegiatan dan tugas Tim Fasilitator di lapangan. K18/Penrem162WB