Penjualan Listrik Meningkat, PLN Sebut Ini Indikator Ekonomi Masyarakat NTB Meningkat

Advertisement

Penjualan Listrik Meningkat, PLN Sebut Ini Indikator Ekonomi Masyarakat NTB Meningkat

KATAKNEWS.com
Minggu, 13 Januari 2019

LISTRIK PLN. Petugas PLN memasang jaringan untuk memaksimalkan rasio kelistrikan di NTB. (Foto: Dok Humas PLN NTB)


MATARAM -  PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mencatat pertumbuhan penjualan listrik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat 6 persen pada tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya.

Penjualan listrik pada tahun 2017 tercatat sebesar 1.677 GWh (Gigawatt Hour), meningkat menjadi 1.776 GWh pada tahun 2018.

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka menilai peningkatan penggunaan listrik ini menunjukan bahwa tingkat konsumsi listrik masyarakat meningkat.

“Naiknya penggunaan listrik ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi masyarakat NTB terus tumbuh,” katanya.

Rudi menambahkan, selain faktor pertumbuhan ekonomi, salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan listrik ini adalah terus meningkatnya rasio elektrifikasi.

Berdasarkan data PLN, sepanjang tahun 2018, rasio elektrifikasi NTB telah mengalami pertumbuhan sebesar 10 persen, dari 82 persen tahun 2017 meningkat menjadi 92 persen di tahun 2018.

Peningkatan rasio elektrifikasi ini didorong dengan adanya program listrik desa (lissa), yaitu dengan melakukan perluasan jaringan listrik ke daerah-daerah terpencil yang belum teraliri listrik.

Contohnya, pembangunan kabel laut untuk melistriki Gili Gede di Lombok Barat.

“Alhamdulillah, tahun 2018 juga bisa kita tutup dengan 100 persen desa di NTB telah terlistriki, setelah Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu di Kabupaten Bima berhasil kami listriki,” kata Rudi.

Selain itu, adanya inovasi-inovasi yang dilakukan PLN, untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan PLN dinilai juga mendorong penjualan listrik.

“Ada Contact Center PLN 123, Aplikasi PLN Mobile di smartphone, juga ada Layanan Satu Pintu. Ini memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan PLN,”  ujar Rudi.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi NTB, pada tahun 2019, beberapa pembangkit baru yang saat ini sedang dalam proses konstruksi juga akan beroperasi.

Pembangkit itu antara lain PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTU Sumbawa Barat berkapasitas 2x7 MW, serta PLTMG Sumbawa dan PLTMG Bima masing-masing berkapasitas 50 MW.  

"Penambahan pasokan daya listrik ini diharapkan dapat memberi dukungan pada peningkatan perekonomian masyarakat hingga industri," tukasnya.

Selain itu, ketersediaan pasokan daya membuat PLN optimis dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTB, baik untuk peningkatan rasio elektrifikasi, maupun untuk mendorong investasi.

“Pasokan listrik kami siapkan. Oleh karena itu, kami mengundang para investor untuk membangun bisnisnya di NTB. Tidak perlu khawatir dengan masalah listrik, PLN akan siapkan berapapun kebutuhannya,” kata Rudi. K18*/Inforial