Libatkan Komunitas IT, Hackathon Pertama di NTB Sukses Terselenggara

Advertisement

Libatkan Komunitas IT, Hackathon Pertama di NTB Sukses Terselenggara

Redaksi KATAKNEWS
Jumat, 18 Januari 2019

BUMI GORA HACKATHON 2019. Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi dan Ketua Develovers Student Club (DSC), Darmawan Zulkifli berfoto bersama panitia dan peserta Bumi Gora Hackathon 2019. (Foto:Istimewa) 


MATARAM - Develovers Student Club Chapter STMIK Bumigora Mataram berkolaborasi dengan BEDA (IT), Linov, STMIK Bumigora dan beberapa komunitas IT di NTB, menyelenggarakan event Hackathon pertama di NTB bertajuk “Bumigora Hackathon 2019”.

Hackathon atau pekan retas merupakan acara kolaborasi pengembangan proyek perangkat lunak. Hackathon pertama di NTB yang bertajuk Bumigora Hackathon 2019 ini belangsung selama dua hari di Mataram. Didukung oleh DPRD Kota Mataram dan Bank NTB Syariah.

Beda (IT) merupakan sebuah wadah yang akan menaungi seluruh komunitas lokal di NTB. Diataranya, Developers Student Clubs, Komunitas Belajar Linux, Studi Sistem Cerdas dan beberapa komunitas IT lainnya yang ada di STMIK Bumigora Mataram.

Ketua Develovers Student Club (DSC), Darmawan Zulkifli, mengatakan event ini untuk menjaring terobosan inisiatif digital proses penanggulangan bencana dan financial technology (fintech). Selain itu juga untuk mendukung tumbuhnya entrepreneur digital serta menggali potensi generasi muda NTB.

“Kami berharap event ini juga bisa menjadi ajang berkumpulnya para develover muda lokal yang nantinya mampu menjadi agen pertubumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kreatif dan memiliki kompetensi IT yang mumpuni,” kata Darmawan yang sebelumnya menjuarai event Google di Jakarta Desember tahun lalu, lewat keterangan resminya (Kamis,17/1).

Nantinya dari kegiatan ini akan dikembangkan menjadi sistem terpadu yang dapat digunakan dalam proses penanggulangan pasca bencana dimana peran teknologi dalam hal ini sangat dibutuhkan dan harapannya dapat bekerja optimal sehingga dapat membantu pihak-pihak tertentu seperti pemerintah khususnya dan relawan pada umumnya dalam melakukan evakuasi serta penyaluran bantuan di daerah terdampak.

“Pemetaan juga merupakan peran dari penggunaan IT dalam penanggulangan bencana alam,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang digelar komunitas IT di NTB ini sangat bagus untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan sistem yang dapat digunakan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Saya dengar ini event pertama di NTB, dengan peserta se NTB dan ada dari Bali, saya bangga bisa terlibat dengan anak-anak muda kreatif yang terus melakukan inovasi seperti ini, terima kasih anak-anak ku, teruslah berbuat dan berkreatifitas,” kata Didi dalam sambutannya.

Kegiatan seperti ini harus tetap digelar dan diperbanyak, Nusa Tenggara Barat khususnya Kota Mataram akan sangat siap memfasilitasi kegiatan yang sangat bermanfaat seperti ini, katanya.

Bank NTB Syariah sebagai sponsor utama kegiatan ini juga sangat mendukung kegiatan yang mendukung penguatan kapasitas anak-anak muda lokal NTB yang sangat luar biasa. Dengan adanya kegiatan ini nantinya banyak anak-anak muda untuk memunculkan startup-startup atau perusahan-perusahan rintisan yang dapat memberikan dampak pada tumbuhnya perekonomian di NTB bahkan di Indonesia.

“Tentu kami juga mencari talent-talent lokal, yang sangat luar biasa untuk dapat mengembangkan Tehcnologi financial di bank NTB Syariah, untuk menjawab tantangan industry” ungkap bangga, Hari Hartanto Edi Asmara perwakilan Bank NTB Syariah pada saat membuka acara kegiatan Hacktoon.

Tentang Linov

Linov memiliki misi untuk menjadikan NTB sebagai pusat tehnologi di Indonesia, beberapa capain yang diraih sejak mulai bergerak secara aktif bersama dengan anak-anak muda NTB, adalah berhasil mendampingi para pemuda NTB menjuarai event resmi yang diadakan Google bekerjsama Dicoding tahun lalu dan tahun ini berhasil mendampingi pemuda NTB menjadikan Game Simulasi Lalu Lintas digunakan di Kalimantan Selatan (proses menjadi Pilot projek Nasional.

Selain prestasi tersebut beberapa tehnologi yang sedang diriset dan dikembangkan oleh tim Linov merupakan salah satu tehnologi inovasi pertama di NTB, antara lain. Sistem SmartHome, IOT.

Untuk kesehatan/ alat kesehatan cerdas, IOT untuk kesehatan dan beberapa aplikasi dikembangkan oleh Startup-Startup yang didirikan dan dijalan oleh anak-anak muda lokal NTB yang masih berstatus Mahasiswa di beberapa kampus di NTB.

Keterlibatan Linov untuk kegiatan hackathon merupakan bagian dari tujuan terbentuknya. “kegiatan inkubasi berupa pendampingan anak-anak muda lokal dibidang IT dan Startup tersebut merupakan langkah kami menuju Road To Silicon Island” tegas, Lalu Lian Hari Wangi, salah satu founder.

Kegiatan ini digelar selama 2 hari dimulai dari tanggal 12-13 Januari 2019 di hotel Santika Mataram. Bentuk kegiatan sendiri adalah kompetisi antara para peserta dalam mengembangkan ide masing-masing berdasarkan tema yang sudah ditentukan sebelumnya. Peserta mulai merancang dan menciptakan idenya secara langsung dimulai dari hari Sabtu hingga Minggu pukul 08.00 dengan bimbingan dari para tutor yang sudah dihadirkan oleh panitia. Hasilnya kemudian dipresentasikan di hadapan para juri untuk penilaian dan penentuan pemenangnya. K24/BM