BNPB Targetkan Rehabilitasi Rumah Rusak Sedang dan Ringan Tuntas dalam Tiga Bulan

Advertisement

BNPB Targetkan Rehabilitasi Rumah Rusak Sedang dan Ringan Tuntas dalam Tiga Bulan

KATAKNEWS.com
Jumat, 18 Januari 2019

TARGET TIGA BULAN. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo didampingi Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Wagub Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTB. 


MATARAM - Proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat yang rusak sedang dan rusak ringan akibat gempa bumi di NTB Juli-Agustus 2018 lalu, ditargetkan bisa tuntas dalam tiga bulan ke depan.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, usai memimpin rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersama Pemprov NTB dan instusi terkait lainnya, Jumat sore (18/1) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

"Kita harapkan rumah yang rusak ringan dan sedang, bisa tuntas dalam waktu 2-3 bulan kedepan. Kita segerakan lah," kata Letjen TNI Doni Monardo, kepada wartawan.

Menurut Doni, BNPB mendukung penuh tambahan personil dari TNI-Polri untuk membantu proses percepatan.

Saat ini setidaknya 1.500 personil terdiri dari 1000 personil TNI dan 500 personil Polri dilibatkan untuk membantu tenaga fasilitator yang ada.

BACA JUGA : TNI Gelar Operasi Teritorial untuk Percepatan Pembangunan Huntap Korban Gempa Lombok

Doni menjelaskan, selain penambahan personil TNI-Polri, salah satu kunci percepatan adalah dibangunnya kembali budaya bergotong-royong di tengah masyarakat, terutama para korban gempa.

"Jadi yang kedua, kerjasama antar masyarakat. Sifat gotong-royong harus ditingkatkan kembali. Masyarat yang rumahnya sudah pulih, yang rusak sedang dan ringan, bisa membantu rumah lainnya sehingga akan semakin banyak tenaga yang terlibat. Ini sangat membantu percepatan," katanya.

Rakor percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi NTB, dihadiri Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, Wagub Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Danrem 162 Wirabhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri, Kepala BPBD NTB HM Rum, dan sejumlah pejabat dari institusi terkait lainnya.

Berdasarkan data BPBD NTB, jumlah total rumah rusak akibat gempa bumi Lombok Juli-Agustus mencapai 216.519 rumah.

Jumlah itu terdiri dari 75.138 rusak berat (RB), 33.075 Rusak Sedang (RS), dan 108.306 Rusak Ringan.

Untuk RB pemerintah memberi dana stimulan Rp50 juta per rumah, RS sebesar Rp25 juta per rumah, dan RR sebesar Rp10 juta per rumah.

Hingga kini dana dari BNPB yang sudah terkucur sebesar Rp3,5 Triliun lebih.

Dana itu tersalur untuk 139.957 Keluarga terdiri dari 50.668 yang rumahnya rusak berat, 20.354 Rusak Sedang, dan 69.935 Rusak Ringan.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, Pemprov NTB optimistis target tiga bulan menyelesaikan rehabilitasi dan rekontruksi rumah rusak sedang dan ringan di NTB bisa terealisasi.

"Kami yakin kalau ini berjalan sesuai rencana, maka dalam waktu dua - tiga bulan ke depan bisa tercapai apa yang ditargetkan pemerintah pusat pada kami," tegas Gubernur Zul.

Menurutnya, proses percepatan saat ini bisa terjadi karena saat ini model rumah yang dibangun lebih banyak alternatifnya.

"Dulu kan hanya Risha, jadi terbatas karena yang bisa bikin itu sedikit. Tapi sekarang pilihan lebih fleksibel, lebih banyak alternatif selain Risha, sehingga yang akan berpartisipasi lebih banyak," katanya.

Kendala yang lain selama ini, papar Gubernur Zul adalah ketersediaan tenaga fasilitator.

Namun masalah itu sudah bisa teratasi dengan dukungan tambahan personil dariTNI dan Polri.

"Kemarin ketika pak Doni jadi Kepala BNPB yang baru maka kita sudah gelar operasi teritorial yang melibatkan tentara dan polisi yang membantu fasilitator ini. Kemarin kita lepas ada 1000 fasilitator yang bisa hadir di semua desa yang ada, mudah-mudahan produktifitasnya segera melejit," tukasnya. K18