Baiq Diyah : Guru Garda Terdepan Penempa Generasi Millenial yang Berkarakter

Advertisement

Baiq Diyah : Guru Garda Terdepan Penempa Generasi Millenial yang Berkarakter

KATAKNEWS.com
Rabu, 16 Januari 2019

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN. Baiq Diyah Ratu Ganefi (BDRG) saat memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan di SMAN 8 Mataram. (Foto: istimewa)


MATARAM - Anggota DPD RI Perwakilan NTB, Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi SH mengatakan, guru sebagai tenaga pendidik merupakan garda terdepan bangsa ini dalam membentuk karakter generasi muda millenial ke depan yang kuat dan berwawasan kebangsaan.

"Benar kalau dibilang Guru itu adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena mereka lah sebenarnya garda terdepan yang menempa kualitas sumber daya manusia kita," kata Baiq Diyah, di hadapan ratusan siswa SMAN 8 Mataram, Selasa (15/1), saat memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Setiap kali memaparkan tentang ideologi Pancasila, UUD 45,  Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, senator Srikandi NTB ini memang selalu punya ciri khas dalam setiap pemaparan.

Di SMAN 8 Mataram, Baiq Diyah menggugah kembali agar para pelajar benar-benar bisa menghargai para guru dalam setiap interaksi di dunia pendidikan.

Hal ini menurutnya, juga merupakan bagian dari implementasi empat pilar kebangsaan dalam kehidupan generasi muda, kaum pelajar.

"Terlebih lagi dalam dunia pendidikan,  pelajaran moral dan akhlak sesuai ideologi kita, itu harus dihidupkan lagi untuk mengantisipasi lahirnya generasi milenial yang tidak berkepribadian baik sesuai Pancasila," tukasnya.

Baiq Diyah yang juga Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB ini juga berbagi cerita dirinya saat masa sekolah dulu.

"Saya seperti ini sekarang, itu juga karena guru. Tanpa seorang guru kita tidak akan menjadi apa-apa, mulai dari menulis membaca hingga saat ini tetaplah menghormati guru," katanya.

Ia mengakui zaman dulu berbeda dengan era millenial kini.

"Dulu para guru akan berlaku keras tidak lain agar kita bisa lebih baik, tapi sekarang ada undang-undang yang membatasi pergerakan guru dalam menasehati agar tidak terlalu keras," katanya.

Namun kata dia, kalau ada guru teriak marah-marah bukan karena ingin menjatuhkan karena itu hal yang  wajar.

"Saat guru memukul kita itu sebagai peringatan, jangan sampai gara-gara itu lapor orang tua para guru enggan mengajar lagi," pesan senator yang kembali mencalonkan diri sebagai calon Anggota DPD RI nomor urut 24 ini.

Dalam sesi tanya jawab bersama siswa terjadi keseruan penuh tawa dan keakraban antara BDRG dengan siswa.

Mulai dari pertanyaan impor bawang, netralitas stasiun televisi dalam menayangkan pasangan calon peserta Pilpres, hingga amandemen UUD.

"Sebagai kaum millenial stasiun TV sangat tidak adil, ada salah satu stasiun TV yang lebih memihak satu calon padahal TV harus netral, apakah tidak ada sanksi terkait hal itu dan bagaimana saya harus menyikapi?," kata Balia Balqi, siswa kelas IIS 4.

Baiq Diyah merespon dengan apresiasi mendalam terhadap pertanyaan cerdas itu.

"Pertanyaan yang luar biasa, memang seharusnya itu tidak boleh terjadi dan KPI harus menyetop itu tapi kan tidak dilakukan, semua harus ada aturan, harusnya sudah disemprot itu," jawabnya.

Baiq Diyah berpesan kepada siswa untuk pandai memilih tontonan.

"Anak-anak harus pandai memilih tayangan, mana yang bisa dijadikan  tuntunan dan mana yang hanya sekedar menjadi tontonan, mudahan kedepan negara ini  dipimpin oleh generasi milenial, generasi hebat salah satunya datang dari sekolah ini, sehingga bisa menjadikan indonesia yang lebih bersih, adil, makmur dan sentosa," harapnya.

Apalagi saat ini banyak informasi hoax yang sangat merusak kepribadian bangsa terutama para peserta didik yang paling besar jumlahnya.

"Saya harap guru lebih keras lagi menempa siswa dalam belajar dan untuk para siswa agar tidak mengkonsumsi informasi yang tidak bermanfaat agar menjadi generasi yang lebih baik dan sukses sehingga negara kita akan lebih maju," tegasnya. K18