Yayasan LIA Serahkan Bantuan Dana Rehabilitasi untuk TK YPRU, TK Bersejarah di Kota Mataram

Advertisement

Yayasan LIA Serahkan Bantuan Dana Rehabilitasi untuk TK YPRU, TK Bersejarah di Kota Mataram

Redaksi KATAKNEWS
Sabtu, 01 Desember 2018

BANTUAN YAYASAN LIA. Sekretaris Pengurus Yayasan LIA, Dr Cut Kamaril Wardani menyerahkan banuan secara simbolik kepada Kepala TK YPRU, Korbita Eriati. (KATAKNEWS/Bara Elank).


MATARAM, KATAKNEWS.com - Yayasan LIA, sebuah yayasan nasional yang bergerak di bidang pendidikan membantu dana untuk pembangunan rehabilitasi gedung Taman Kanak-Kanak (TK) YPRU, Kota Mataram yang rusak terdampak gempa.

Penyerahan dana bantuan dilakukan Sekretaris Pengurus Yayasan LIA, Dr Cut Kamaril Wardani kepada Kepala TK YPRU, Korbita Eriati, Sabtu (1/12) di aula belakang TK YPRU, Kota Mataram.

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, Kepala Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Jakarta, Dewi Yudasari, para guru TK, siswa dan sejumlah alumni TK YPRU.

"Bantuan ini terkumpul karena rasa empati keluarga besar Yayasan LIA terhadap musubah gempa bumi di Lombok beberapa waktu lalu. Dana ini dari para pengurus, guru, dan juga siswa di seluruh jaringan pendidikan Yayasan LIA," kata Sekretaris Pengurus Yayasan LIA, Dr Cut Kamaril Wardani.

BACA JUGA : LIA Peduli akan Bantu Pembangunan TK YPRU di Mataram

Dijelaskan, keluarga besar Yayasan LIA mengumpulkan dana itu sejak gempa Lombok terjadi Juli-Agustus lalu.

Namun penyaluran baru dilakukan saat ini, karena Yayasan LIA menginginkan dana bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi yang membutuhkan.

"Ada banyak pertimbangan sampai akhirnya, kami menemukan bahwa ada TK bersejarah di Kota Mataram. TK YPRU yang menjadi sekolah heritage ini akhirnya kami putuskan sebagai penerima bantuan," katanya.

Yayasan LIA menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp166 juta lebih, untuk pembangunan rehabilitasi gedung TK yang sebagian besar rusak atapnya.

Cut Kamaril berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi TK YPRU untuk kembali bangkit pasca bencana, dan bisa kembali menyediakan fasilitas pendidikan untuk anak usia dini di Kota Mataram dengan maksimal.

Kepala TK YPRU, Korbita Eriati mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesarnya kepada Yayasan LIA yang sudah peduli dan membantu dana untuk rehabilitasi TK.

"Akibat gempa bumi yang lalu, gedung TK rusak cukup parah. Dengan bantuan ini kami sangat bersyukur dan berharap aktivitas pendidikan di TK ini bisa segera normal kembali," katanya.

Menurutnya, TK YPRU saat ini memiliki 6 orang guru dan sekitar 70 orang murid.

TK Bersejarah dari Zaman Belanda

TK YPRU yang berlokasi di Jalan Kamboja, Kota Mataram merupakan salah satu lembaga pendidikan bersejarah di Kota Mataram dan NTB umumnya.

TK BERSEJARAH. Bangunan gedung TK YPRU di jalan Kamboja, Kota Mataram. TK ini dibangun pada 1934 di zaman penjajahan Belanda.(KATAKNEWS/Bara Elank)

TK yang didirikan sejak tahun 1934 ini, juga menjadi saksi bisu zaman penjajahan Belanda, invasi pasukan NICA Jepang, dan juga masa perjuangan kemerdekaan RI di pulau Lombok.

"Dulu saat masih kecil, TK ini sangat akrab bagi saya dan teman-teman. Tugas saya manjat pohon mangga," kata Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi.

Didi mengenang, saat itu di tahun 1950-an kondisi bangunan TK masih nampak kokoh berdiri.

Di kawasan kompleks perumahan pejabat daerah saat itu, lokasi TK bukan saja menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak TK di sana, tapi juga menjadi lokasi bermain anak-anak di sekitar kompleks.

"Saya dan teman-teman kecil sering main ke sini. Kalau ada yang mau rujakan, tugas saya manjat pohon mangga," kenangnya.

Menurut Didi, TK YPRU merupakan bagian sejarah pendidikan di daerah ini.

Hadir mewakili unsur DPRD dan Pemerintah Kota Mataram, Didi Sumardi mengapresiasi kepedulian Yayasan LIA yang sudah turut berempati dan membantu  TK YPRU.

Ia memaparkan, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi sudah dilakukan Pemkot Mataram dengan maksimal.

Namun, karena keterbatasan dan aturan yang berlaku, Pemkot Mataram hanya bisa memprioritaskan untuk sarana dan fasilitas publik yang menjadi tanggungjawab Pemda.

"Pemkot Mataram berusaha maksimal. Tapi memang secara aturan hanya bisa memprioritaskan untuk yang jadi tanggungjawab daerah. Misalnya lembaga pendidikan, ya sekolah-sekolah negeri. Sebab kalau sekolah swasta kan tanggungjawabnya ada di Yayasannya," kata dia.

Tapi, tambah Didi, apa yang dilakukan Yayasan LIA ini diharapkan menjadi motivasi dan semangat bagi para pihak lainnya yang ingin ikut membantu.

Menurut Didi, di jajara DPRD Kota Mataram juga akan mengupayakan agar dampak kerusakan akibat bencana gempa yang terjadi di lembaga pendidikan swasta bisa mendapat perhatian.

"Kita akan upayakan, sebab meski sekolah swasta tapi mereka melayani kebutuhan pendidikan warga Kota Mataram juga," katanya. K18/*