Tiga Bulan Berlalu, Baru 190 Huntap Terbangun di Lombok Utara, 40 Diantaranya Bantuan Pemda Klaten

Advertisement

Tiga Bulan Berlalu, Baru 190 Huntap Terbangun di Lombok Utara, 40 Diantaranya Bantuan Pemda Klaten

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 17 Desember 2018

BELUM NORMAL. Ratusan keluarga korban gempa bumi masih hidup belum normal menempati hunian sementara di Desa Menggala, Lombok Utara. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di NTB berjalan sangat lamban.(KATAKNEWS/Dok.Istimewa)

LOMBOK UTARA, KATAKNEWS.com - Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca Bencana Gempa Bumi di Lombok, NTB, memasuki bulan ke tiga pertengahan Desember ini.

Toh, prosesnya berjalan lamban meski berkali-kali rapat koordinasi percepatan sudah dilakukan selama ini.

Di Lombok Utara, misalnya. Dari sekitar 63 ribu unit rumah yang rusak akibat gempa bumi Juli-Agustus lalu, hingga Senin (17/12), baru sekitar 190 unit rumah hunian tetap (Huntap) yang sudah terbangun.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 unit huntap, justru datang dari kepedulian Pemda di luar Provinsi NTB.

Pemda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membantu pembangunan 40 unit rumah hunian tetap (Huntap), untuk masyarakat korban gempa bumi di Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

"Ya, ada bantuan pembangunan Huntap dari Pemda Klaten, itu lokasi yang dipilih di Desa Pendua, Kayangan, ada 40 unit," kata Kepala Bagian Humas Pemda Lombok Utara, Mujadid Muhas, Senin (17/12) kepada KATAKNEWS.com.

Menurut Dedi - sapaan akrab Mujadid -,  hingga Senin (17/12) tercatat baru 190 Huntap berhasil dibangun di Lombok Utara.

Untuk model Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) terbangun sebanyak 10 unit di Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, 16 unit di Karang Panasan Kecamatan Tanjung, dan 14 unit di Salut Kecamatan Bayan.

Sedangkan untuk Rumah Instan Kayu (Rika) terbangun 20 unit di Gondang Kecamatan Gangga (proses akhir), 15 unit di Gol Kecamatan Tanjung, 15 unit di Medana Kecamatan Tanjung, dan 20 unit di Lenek Kecamatan Gangga (Dibangun secara mandiri difasilitasi NGO).

Dan 40 unit lainnya, dibangun di Desa Pandua Kecamatan Kayangan, berkat bantuan Pemda Klaten.

Dedi menjelaskan, berdasarkan data verifikasi, jumlah rumah rusah akibat gempa bumi di Lombok Utara mencapai 63.332 unit.

Itu terdiri dari 50.665 rusak berat, 9.500 rusak sedang, dan 3.167 rusak ringan.

Menurutnya, proses rekonstruksi rumah rusak di Lombok Utara masih terkendala oleh ketersediaan panel pada rumah model Risha, dan ketersediaan bahan kayu untuk rumah model Rika.

"Secara adminstrasi untuk pembentukan Pokmas sudah maksimal, tapi kita terbentur kendala utama saat ini adalah ketersediaan bahan-bahan karena rumah yang dibangun memang harus yang berstandar tahan gempa," kata Dedi.

Disinggung tentang perhatian dan bantuan Pemerintah Provinsi NTB, Dedi mengaku tidak tahu pasti.

"Yang jelas untuk Huntap ada bantuan dari
Pemda Klaten sebanyak 40 unit, dari Pemprov tidak tahu," katanya.

Selain Pemda Klaten, bantuan juga masuk dari Pemprov Aceh untuk pembangunan total Masjid Annur di Kecamatan Gangga,  serta bantuan dari Pemda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh untuk  pembangunan total Musholla Al Ikhlas di Kecamatan Tanjung. K18