Sambut Hari Juang Kartika ke 73, Korem 162/WB Tanam Lima Ribu Bibit Pohon di Lombok

Advertisement

Sambut Hari Juang Kartika ke 73, Korem 162/WB Tanam Lima Ribu Bibit Pohon di Lombok

Redaksi KATAKNEWS
Rabu, 05 Desember 2018

PENGHIJAUAN. Jajaran Korem 162/WB bersama masyarakat melaksanakan reboisasi penanaman 5 ribu pohon di Lombok Barat.(KATAKNEWS/Foto: Penrem 162 WB) 

LOMBOK BARAT, KATAKNEWS.com - Ratusan personil TNI dan PNS jajaran Korem 162/Wira Bhakti Mataram, melakukan penanaman lima ribu bibit pohon, Rabu (5/12) di kawasan hutan penyangga di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan reboisasi yang dipusatkan di Dusun Tunggu Lawang, Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, itu juga melibatkan aparat Pemdes Kuripan Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat setempat.

Mewakili Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani membuka kegiatan tersebut, Kepala Staf Korem (Kasrem) Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori mengatakan, kegiatan penghijauan dilakukan untuk memperingati Hari Juang Kartika ke-73 Tahun 2018, pada 15 Desember mendatang.

"Selain itu, reboisasi ini juga sebagai upaya untuk mengatasi pemanasan global, dengan harapan tamanan bisa bermanfaat bagi generasi penerus dalam menciptakan kelestarian lingkungan  yang sehat dan asri," kata Endarwan.

Ia mengatakan, reboisasi juga dilakukan untuk megembalikan fungsi hutan dan lingkungan sebagai mitigasi bencana alam terkait perubahan iklim yang ektrim belakangan ini.

"Ketahui bersama setiap memasuki musim hujan di beberapa wilayah lebih khusus di Provinsi NTB sering mengalami banjir maupun tanah longsor ini semua karena banyaknya hutan kita yang gundul karena ulah pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, dan juga karena maraknya alih fungsi hutan," katanya.

Menurutnya, kegiatan reboisasi yang dilakukan hendaknya dapat menjadi edukasi dan motivasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Endrawan menekankan, berbagai upaya penyelamatan harus dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan melalui konservasi serta reboisasi dan penghijauan yang tidak boleh ditunda lagi.

"Semua ini menjadi tanggungjawab kita bersama," tukasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus melakukan penghijauan dan membudayakan menanam pohon.

Baik di lahan hutan lindung atau hutan konservasi, lahan yang kosong dan tandus, atau pun di lahan pekarangan masing-masing.

"Sebab menanam pohon ini sangat memiliki manfaat ganda bagi manusia dan lingkungan, yang akan menjadi warisan yang tak ternilai bagi anak cucu kita ke depan," katanya.

Secara terpisah, Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penghijauan dengan penanaman 5.000 bibit pohon yang dilakukan jajaran Korem dilandasi dengan kesadaran untuk melakukan rehabilitasi dan perbaikan lingkungan.

"Merosotnya kualitas lingkungan telah kita rasakan bersama akibatnya di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di wilayah NTB. Misalnya bencana banjir dan tanah longsor. Nah melalui reboisasi ini kita ingin membangun semangat bersama agar masyarakat juga peduli terhadap kelestarian lingkungan," tandas Danrem Rizal. K18/Penrem162WB