Recovery Pariwisata NTB Harus Dilakukan Berkesinambungan

Advertisement

Recovery Pariwisata NTB Harus Dilakukan Berkesinambungan

Redaksi KATAKNEWS
Jumat, 28 Desember 2018

Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka. (KATAKNEWS/Bara Elank)


MATARAM - Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan, proses recovery pariwisata pasca gempa bumi di NTB harus terus dilakukan berkesinambungan, setidaknya hingga Maret 2019 mendatang.

Hal ini harus menjadi perhatian bersama, karena hingga saat ini kondisi pariwisata NTB belum pulih benar setelah terdampak cukup signifikan akibat gempa bumi Juli-Agustus.

"Recovery (Pariwisata NTB) saya rasa harus terus dilakukan berkesinambungan, jangan berhenti disini. Selain menata kembali destinasi, recovery angka kunjungan wisata juga dilakukan dengan memperbanyak promosi-promosi," kata Dewantoro, Jumat (28/12) di Mataram.

Dewantoro mengatakan, recovery yang sudah dilakukan dengan dukungan Kemenpar RI sejak September hingga Desember tahun ini, sudah berjalan baik.

Hanya saja, semua itu belum bisa mendongkrak kembali angka kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Apalagi, serangkaian bencana alam juga terjadi di wilayah lain Indonesia, seperti di Palu Sulteng, dan yang baru saja terjadi Tsunami akibat erupsi Krakatau di Banten dan Lampung.

"Semua ini ada dampaknya. Jangankan kita di Lombok, di Bali saja wisman yang mau ke sana tanya dulu, dekat nggak sama Banten??," kata dia.

Karena itu, menurutnya, NTB perlu menggencarkan promosi dan meyakinkan bahwa NTB memang sudah aman dan nyaman.

Promosi-promosi ke pasar domestik dan luar negeri, perlu dilakukan di awal tahun 2019 nanti. Setidaknya di masa sepi Januari hingga Maret.

Ia mengatakan, pada Maret 2019 juga akan digelar Mata Fair 2019 di Malaysia.

Event pasar wisata Asia itu bisa menjadi ajang untuk mempromosikan Lombok dan Sumbawa di NTB ini.

"Itu kita harus ikut, kalau bisa bahkan  punya booth sendiri agar bisa meyakinkan masyarakat Malaysia untuk visit to Lombok," katanya.

Pasar Malaysia, menurut Dewantoro merupakan pasar yang harus terus dijaga. Sebab, Lombok sudah terkoneksi dengan penerbangan langsung Air Asia.

Selain itu, tiga tahun terakhir memang trend kunjungan wisman asal Malaysia mengalami peningkatan sebelum Lombok dilanda gempa bumi.

"Jadi ini perlu dilakukan, direct flight dari Malaysia ini harus dijaga, harus dipertahankan. Salah satu cara ya harus perbanyak promosi ke sana juga," katanya.

Disinggung soal langkah Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang merombak kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Dewantoro enggan berkomentar.

Namun, ia berharap agar kepengurusan BPPD NTB yang baru nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsi sesuai amanah yang mereka emban.

"Ya saya pikir pak Gubernur pasti ada pertimbangan-pertimbangan untuk perbaikan Pariwisata kita. Yang penting siapa pun di BPPD itu marilah kita kerja, kita lakukan terbaik. Ada uang (APBD) atau tidak, ya kita kerjalah sesuai tugas pokok untuk kemajuan pariwisata NTB ini," katanya. K18