Kawasan Gili Mas Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru di Lombok Barat

Advertisement

Kawasan Gili Mas Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru di Lombok Barat

Redaksi KATAKNEWS
Selasa, 04 Desember 2018

PELABUHAN GILI MAS. Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid bersama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat, HL Winengan, melihat miniatur kawasan Pelabuhan Gili Mas di Kantor Pelindo III Lembar.(KATAKNEWS/Foto: Humas Lombok Barat) 


LOMBOK BARAT, KATAKNEWS.com - Kawasan Gili Mas di perairan Lembar, Lombok Barat bakal menjadi destinasi wisata unggulan baru di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemda Lombok Barat memproyeksikan pengembangan sektor pariwisata di kawasan, menyusul proses pembangunan Pelabuhan Niaga yang dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan Marina di sana.

Proyek nasional memperkuat tol laut nusantara yang saat ini tengah dikerjakan pihak Pelindo III, itu dinilai sangat strategis mendorong pertumbuhan wisata di kawasan Selatan Lombok.

Pembangunan Pelabuhan Gili Mas milik Pelindo III, mendapat perhatian serius dari Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid.

Bersama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, HL Winengan, Kepala Bakesbangpol, HM Fajar Taufik dan Kasat Pol PP Mahnan, Senin (3/12) Bupati Fauzan meninjau lokasi pembangunan pelabuhan di Dusun Teluk Waru Desa Labuan Tereng, Lembar.

Bupati Fauzan dan rombongan diterima oleh jajaran manajemen Pelindo III, Danuwarsa beserta beberapa staf, di ruang rapat.

Danuwarsa menjelaskan, pelabuhan Gili Mas ini diproyekasikan menjadi pelabuhan  peti kemas terbesar di wilayah timur Indonesia.

Pelabuhan ini rencananya akan memiliki pelabuhan sepanjang 440 meter dan lebar sepanjang 26 meter dengan kedalaman laut mencapai 13 meter lebih.

Untuk keseluruhan fasilitasnya, paling tidak pihak Pelindo III membutuhkan luas lahan sebanyak 50 hektar dan anggaran paling sedikit Rp1,3 Triliun.

Saat ini proses pembangunan di lokasi sudah berjalan baik.

Pancang-pancang pelabuhan sudah banyak yang terpasang dan terbangun.

"Saat ini untuk tahap desain dan konstruksi sudah 61%," kata Danuarsa.

Menurut Danu, keberadaan pelabuhan ini nantinya tidak hanya akan memperkuat perekonomian regional dan nasional, namun juga akan memberi efek lain di bidang pariwisata.

Dengan potensi pengembangan pariwisata di wilayah selatan, maka pelabuhan ini tidak hanya akan menjadi sarana bongkar muat barang dan pusat penyimpanan peti kemas, namun akan menjadi destinasi wisata baru.

Sebab, dalam kawasan juga akan dibangun pelabuhan Marina yang bisa menampung kapal pesiar dan juga yacht.

"Pembangunan Marina bisa menampung lebih dari enam puluh yacht. Ini akan memperkuat akses pariwisata, bahkan dengan fasilitas yang akan dibangun, bisa menjadi destinasi baru," papar Danuwarsa.

Danuwarsa menambahkan, banyak fasilitas yang bisa menjadi destinasi baru seperti amphitheatre, sea side walk, hotel, marina yacht, fasilitas pendukung marina, hotel, shopping center, bahkan wellcome gate dengan arsitektur lokal.

"Apalagi bila akses menuju KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika yang melalui jalur selatan bisa diperlebar, maka aksesnya akan semakin terbuka karena mengurangi jarak tempuh dari dan menuju pelabuhan," papar Danuwarsa.

Mendengar paparan tersebut, Bupati Fauzan Khalid menimpali bahwa pihaknya sudah membuat desain perbaikan jalan dari Sekotong sampai Buwun Mas.

"Lebar jalan kita rencanakan sampai 8 meter untuk memudahkan koneksitas Pelabuhan Gili Mas dengan KEK Mandalika. Tapi, setelah Buwun Mas menuju KEK Mandalika, bukan merupakan wilayah kita. Jadi harus komunikasi dengan pihak Provinsi," ujar Fauzan.

Fauzan pun meminta pihak Pelindo III tidak hanya memperhatikan pembangunan utama di intern pelabuhan.

"Jangan sampai hanya penataan di dalam yang bagus, tapi di luar tidak," ujar Fauzan.

Ia mencontohkan pemasangan Penerangan Jalan Umum yang menuju area pelabuhan.

"Kalau bisa, bangunkan PJU satu kilo sebelum dan satu kilo sesudah pelabuhan," pinta Fauzan, yang dikomentari oleh Danuwarsa bahwa pihaknya sudah membangun PJU di kawasan dalam dengan solar cell.

Fauzan pun berharap agar anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) Pelindo tidak hanya untuk membuat taman di area utama, namun bisa menyentuh keluar dan yang langsung menjadi kebutuhan masyarakat. K18/HmsLbr