Gempa 5.7 Magnitudo Guncang Mataram, Warga Sempat Panik

Advertisement

Gempa 5.7 Magnitudo Guncang Mataram, Warga Sempat Panik

Redaksi KATAKNEWS
Kamis, 06 Desember 2018

GEMPA BUMI. Aplikasi BMKG mencatat gempa bumi 5.7 M yang terjadi di Mataram, Lombok.(KATAKNEWS/Istimewa)

MATARAM, KATAKNEWS.com - Gempa bumi berkekuatan 5.7 Magnitudo mengguncang Mataram, Lombok, Kamis (6/12) sekitar pukul 09.02 Wita.

Getaran gempa terasa cukup keras di Kota Mataram dan sebagian wilayah pulau Lombok, sempat membuat panik warga.

"Di Labuapi terasa cukup keras. Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah," kata Ahmad Purnawarman, warga BTN Labuapi, Lombok Barat.

Di Kota Mataram, masyarakat yang tengah mengurus dokumen keimigrasian di Kantor  Imigrasi Mataram, juga panik dan berhamburan keluar karena merasakan getaran gempa.

"Getarannya cukup besar. Semua lari keluar, apalagi di lantai II panik semua," kata Abdullah Farhan, warga Mataram yang tengah berada di Kantor Imigrasi.

BMKG merilis Gempa Mag:5.7, pada Kamis (6/12) sekitar pukul 09.02 Wita terjadi di lokasi 8.37 LS,116.06 BT atau sekira 23 Km Barat Laut Mataram, NTB.

"Gempa ini berkedalaman 10 Km tidak berpotensi Tsunami. Dirasakan di Mataram dan Denpasar III-IV MMI," kata Kepala Stasiun Geofisika, BMKG Mataram, Agus Riyanto.

Dampak gempabumi ini dilaporkan menimbulkan guncangan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI.

Agus memaparkan, dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata dia.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hingga pukul 08.11 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. K18