Desa Wisata Buwun Sejati, Keindahan Alam dan Budaya Berbalut Nilai Toleransi di Lombok Barat

Advertisement

Desa Wisata Buwun Sejati, Keindahan Alam dan Budaya Berbalut Nilai Toleransi di Lombok Barat

KATAKNEWS.com
Kamis, 20 Desember 2018

BEGIBUNGAN. Sejumlah wisatawan menikmati sajian makan bersama yang secara lokal disebut Begibungan, di Desa Wisata Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. (KATAKNEWS/Istimewa)


LOMBOK BARAT - Potensi alam dan budaya yang beragam di Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, membuat desa ini ditetapkan menjadi salah satu dari 33 Desa Wisata di Kabupaten Lombok Barat pada awal 2018 lalu.

Selain itu, keberagaman penduduk dari etnis dan budaya berbeda, juga membuat khasanah desa ini terbalut nilai-nilai toleransi yang menambah keindahan.

"Kami memang mendorong Desa Wisata Buwun Sejati ini sebagai Desa Wisata Toleransi. Jadi selain keindahan alam dan budaya, ada kearifan lokal yang bisa dinikmati pengunjung dan wisatawan yang datang," kata Ketua Perkumpulan Pariwisata Islam Indonesia (APII) Lombok Barat, Mastur, Kamis (20/12) di Mataram.

BACA JUGA : APII NTB Gagas 100 Desa Wisata Halal di NTB

Mastur menjelaskan, di tingkat Provinsi NTB, APII sudah menggagas 99 Desa Wisata di seluruh NTB, baik di Lombok maupun di Sumbawa.

33 dari 99 Desa Wisata itu, terletak di Kabupaten Lombok Barat, dan salah satunya adalah Desa Buwun Sejati.

TIBU ATAS. Air terjun Tibu Atas di Desa Wisata Buwun Sejati. Debit airnya tak pernah berkurang.(KATAKNEWS/Istimewa)

APII Lombok Barat yang mendampingi Desa Wisata di Lombok Barat, papar Mastur, berupaya mengangkat masing-masing Desa Wisata, sesuai potensi yang ada di wilayah desa itu sendiri.

Buwun Sejati, menurut Mastur, sangat representatif untuk didorong menuju Desa Wisata Toleransi.

Sebab, penduduk Desa yang majemuk terdiri dari penduduk Muslim dan Hindu, bisa hidup berdampingan dengan damai dan penuh persaudaraan.

Ketua Bumdes Buwun Sejati, Ali Muhali mengatakan, kemajemukan penduduk juga membuat akulturasi budaya berjalan manis di Desa itu.

"Hal ini membuat ada banyak atraksi budaya dan juga seni kerajinan yang bisa dinikmati pengunjung dan wisatawan yang datang ke Desa kami," katanya.

Keindahan Alam dan Budaya Beragam

Potensi wisata di Desa Buwun Sejati, ibarat mutiara yang baru saja diasah kilaunya.

NYESEK. Seorang wisatawan asal Jepang belajar nyesek atau membuat kain tenun khas Lombok di Desa Wisata Buwun Sejati.(KATAKNEWS/Istimewa)

Ali menjelaskan, wisatawan yang datang bisa menikmati indahnya kawasan Aik Nyet, pemandian alam yang lokasinya berada di kawasan hutan konservasi Sesaot.

Areal Agro Wisata bisa mudah dijangkau, menawarkan beragam komoditas buah bernilai ekonomis tinggi, seperti Manggis, Rambutan, dan Durian.

"Kami juga punya pengembangan Madu Hutan Trigona (Madu dari lebah kecil berdaya obat)," kata Ali.

Yang tak kalah seru, pengunjung dan wisatawan juga bisa menikmati sensasi air terjun Tibu Atas yang debit airnya tak pernah berkurang meski di musim kemarau.

Bagi penguji adrenalin, Bumdes setempat juga menyediakan wisata sepeda gunung.

"Saat ini sudah tersedia 10 unit. Jadi bisa berkeliling ke persawahan, kawasan hutan, hingga bukit dan air terjun," kata Ali.

Untuk atraksi budaya, Desa Buwun Sejati punya sanggar kreasi rakyat yang menampilkan tari-tarian khas Sasak dan juga Bali.

Begitu pun dengan kerajinan. Desa Buwun sejati punya kelompok perajin kain tenun khas Lombok, dan juga perajin kerajinan kayu yang unik.

"Biasanya tamu yang datang bisa menghabiskan waktunya seharian untuk menikmati keindahan di Desa kami," katanya.

Bagi yang ingin menginap, masyarakat setempat juga menyiapkan Rutel alias rumah hotel. Hal ini menambah daya tarik, terutama bagi wisatawan mancanegara yang memang suka berinteraksi dan belajar tentang kearifan lokal masyarakat di destinasi wisata.

SOUVENIR. Sejumlah wisatawan melihat produk kerajinan masyarakat di Desa Buwun Sejati. (KATAKNEWS/Istimewa)

Ali mengatakan, sejak diresmikan sebagai Desa Wisata, jumlah kunjungan ke Desa itu meningkat cukup bagus.

Untuk wisatawan mancanegara, setidaknya tercatat lebih dari 300 orang yang sudah berkunjung hingga saat ini.

"Kalau yang domestik bisa ribuan. Sayangnya sempat menurun ketika ada bencana gempa bumi," katanya.

Namun, papar Ali, masyarakat di Desa Buwun Sejati yang terdiri dari lima Dusun itu, tetap optimistis bahwa kelak potensi pariwisata di Desa itu akan terus berkembang.

Simak Juga Videonya :



Ketua APII Lombok Barat, Mastur mengatakan, saat ini pihaknya mendampingi Desa Buwun Sejati dalam penyiapan paket-paket wisata.

"Paket yang selama ini sudah jalan yaitu paket satu hari, jadi hanya dengan Rp300 ribu per orang, tamu bisa menikmati bersepeda, mandi di Tibu Atas, menikmati panorama persawahan, atraksi budaya, dan semua kegiatan masyarakat di Desa ini," katanya.

Mastur mengatakan, potensi Desa Buwun Sejati banyak diminati wisatawan dari Jepang dan sebagian Eropa.

"Justru wisman ini sangat senang ikut terlibat membajak sawah, belajar bikin kerajinan, dan ada juga yang belajar menari. Mereka suka pengalaman yang tidak bisa di dapat di negaranya, jadi saya pikir pola Desa Wisata seperti ini sangat mendukung pengembangan pariwisata NTB ke depan," katanya. K18