Bupati Lombok Timur akan Wajibkan ASN Pakai Busana Tenun

Advertisement

Bupati Lombok Timur akan Wajibkan ASN Pakai Busana Tenun

Redaksi KATAKNEWS
Minggu, 16 Desember 2018

TENUN PRINGGASELA. Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy bersama Kepala BI NTB Achris Sarwani, saat peresmian Galeri Tenun Pringgasela di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (KATAKNEWS/Foto: Humas BI NTB) 

LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, pengembangan produk kain tenun membutuhkan komitmen dari seluruh pihak.

Pemda juga akan mendorong hal itu dengan kebijakan untuk menggunakan busana berbahan kain tenun setiap Jumat di lingkup Pemda Lombok Timur.

"Bulan Januari tahun depan akan ditetapkan Surat Edaran Bupati Lombok Timur bahwa setiap hari Jumat, PNS wajib memakai tenun Lotim. Hal ini tentunya akan mengembangkan pasar tenun dan meningkatkan kecintaan terhadap tenun lokal," kata Bupati Sukiman saat menghadiri grand launching Galeri Tenun Pringgasela, Minggu (16/12) di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB.

Ia mengapresiasi peresmian Galer Tenun Pringgasela dan upaya BI NTB mendorong pengembangan kain tenun khas Lombok Timur.

BACA JUGA : Galeri Tenun Pringgasela Diresmikan, BI Berharap Promosinya Mendunia

Grand launching Galeri Tenun Pringgasela dihadiri Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani, Anggota DPR RI Komisi XI H Willgo Zainar, Direktur Dana dan Jasa BPD NTB Syariah H Muhammad H Saharuddin, sejumlah pejabat Dinas/Instansi terkait di Kabupaten Lombok Timur, dan seluruh anggota kelompok tenun Desa Pringgasela.

Galeri tenun yang terbangun dengan dukungan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomis serta mempromosikan tenun Pringgasela bisa menasional bahkan mendunia.

"Brand (Tenun) Pringgasela ini tidak hanya berpotensi di lokal namun juga di nasional dan bahkan dunia," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani, dalam grand launching Galeri Tenun Pringgasela.

Achris mengatakan, kain tenun Pringgasela memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Motif kain yang sarat budaya lokal dan pewarnaan alam merupakan bukti keunggulan tenun Pringgasela.

Ia menjelaskan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTB sejauh ini telah melakukan pendampingan untuk pengembangan tenun Pringgasela.

Pendampingan BI dilakukan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, dan BPD NTB Syariah.

"Dalam dua tahun ini, BI NTB melakukan pendampingan dalam hal penguatan kelembagaan kelompok, perluasan pasar, peningkatan kualitas produk melalui pembuatan SOP produksi, pelatihan pewarnaan alam, dan masih banyak lagi," katanya.

Selain itu, BI NTB juga menggandeng LPSDM dan desainer nasional yaitu Wignyo Rahadi sebagai mitra pendukung dalam pengembangan tenun Pringgasela.

Sementara itu, anggota DPR RI H Willgo Zainar mengatakan, event ini sangat bagus dan membutuhkan komitmen dan atensi dari semua pihak.

"Ke depan, pengembangan tenun Pringgasela harus menjadi komitmen bersama, antara pemerintah daerah, pengrajin tenun, designer,  maupun Bank Indonesia sebagai supporting dalam pengembangan usaha," katanya.

Pemerintah daerah misalnya memfasiltasi infrastruktur dasar, baik berupa pelebaran jalan untuk mempermudah akses masuk ke Pringgasela maupun menambah galeri tenun yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

"Pengrajin tenun harus terus meningkatkan kualitas tenun, inovasi, dan membuat harga jual yang lebih kompetitif. Sedangkan Bank Indonesia dan desainer akan melakukan pendampingan, pelatihan peningkatan kualitas dan pengembangan pasar," katanya. K18/*