Aparat Gabungan TNI-Polri di Bima Amankan Rusa Illegal dari Pulau Komodo

Advertisement

Aparat Gabungan TNI-Polri di Bima Amankan Rusa Illegal dari Pulau Komodo

Redaksi KATAKNEWS
Senin, 31 Desember 2018

RUSA BURUAN. Aparat gabungan TNI-Polri mengamankan Rusa hasil buruan dari pulau Komodo, NTT, di perairan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (KATAKNEWS/Foto: Penrem 162 WB) 


MATARAM - Aparat gabungan TNI dan Polri di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengamankan sedikitnya 9 ekor Rusa yang diduga hasil buruan dari pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rusa yang sudah dalam keadaan mati itu, diangkut menggunakan sebuah kapal motor dari pulau Komodo menuju perairan Sape, di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB.

"Ada sembilan ekor Rusa, yang diduga hasil buruan di pulau Komodo, diamankan oleh tim gabungan TNI Polri di perairan Sape, Bima pada Sabtu sore (29/12)," kata Kepala Penerangan Korem 162/WB, Mayor Inf Dahlan, Senin (31/12) di Mataram.

Dahlan menjelaskan, aparat gabungan mengamankan kapal motor saat hendak melakukan bongkar muatan di kawasan pantai So Toro Wamba, Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Selain sembilan ekor Rusa hasil buruan, aparat juga mengamankan satu kepala kerbau, dua pucuk senjata api rakitan laras panjang panjang lengkap dengan laser, dan delapan butir peluru amunisi jenis SS1.

"Aparat juga mengamankan satu unit mobil pick up Nopol EA 9034 WZ dan satu unit kapal motor kayu," kata Dahlan.

Menurut Dahlan, pengungkapan kasus perburuan illegal ini bermula dari laporan masyarakat di Kecamatan Sape tentang dugaan penyelundupan Rusa hasil buruan dari pulau Komodo, NTT.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Sape dan Koramil Sape, yang kemudian membentuk tim khusus.

Pada Sabtu sore, tim yang dipimpin Danramil Sape, Kapten Inf Junaid bersama Kapolsek Sape AKP Sarifudin Jamal, langsung melakukan operasi penangkapan.

"Namun saat penangkapan dilakukan, para pelaku sudah duluan kabur. Aparat hanya berhasil mengamankan sopir mobil pick-up yang masih di lokasi kejadian," katanya.

Dahlan mengatakan, saat ini seluruh barang-bukti sudah diamankan di Polres Bima.

"Kasusnya ditangani di Polres Bima, sopir pick up juga masih dimintai keterangannya di kepolisian," kata Dahlan.K18