Menuju Destinasi Wisata Dunia, Inilah Enam Gebrakan "Avengers ITDC" di Kawasan The Mandalika

Advertisement

Menuju Destinasi Wisata Dunia, Inilah Enam Gebrakan "Avengers ITDC" di Kawasan The Mandalika

KATAKNEWS.com
Minggu, 18 November 2018

HUT ITDC. Seremoni HUT ITDC ke 45, di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah. (KATAKNEWS/Foto: Courtesy id.beritasatu.com)


LOMBOK TENGAH, KATAKNEWS.com - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) genap berusia 45 tahun pada 12 Oktober 2018. BUMN yang membidani lahirnya destinasi Wisata Internasional, Nusa Dua di Bali, ini berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Indonesia.

Keberhasilan mengubah tanah tandus dan gersang di Bali menjadi sebuah destinasi wisata berstandar internasional di Nusa Dua, bakal ditoreh lagi dengan membangun kawasan wisata The Mandalika, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di sejumlah wilayah lain yang menjadi tanggungjawab ITDC.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini, ITDC telah melakukan pencapaian-pencapaian signifikan untuk tiga tugas utama yang dibebankan kepada Direksi baru ITDC.

Tiga tugas itu antara lain Percepatan Pembangunan the Mandalika, Optimalisasi The Nusa Dua,  dan Pengembangan Destinasi-Destinasi Pariwisata baru.

"Semua ini dapat terjadi berkat sinergi yang terbangun dalam tim yang kita miliki, antara Direksi, Senior Leaders, dan seluruh insan ITDC. Saya mengibaratkan tim Senior Leaders kita sebagai The Avengers, di mana setiap orang memiliki kekuatannya masing-masing," kata Abdulbar, dalam seremony perayaan HUT ke-45 ITDC, Sabtu (17/11) di kawasan The Mandalika.

Ia memaparkan, dalam film Avengers Infinity War, beberapa superhero baru pertama kali bertemu. Namun mereka memiliki sebuah tujuan yang sama yaitu saling menolong, tak peduli dari mana mereka berasal, tak peduli bagaimana latar belakang mereka.

"Sama seperti kita yang dulu mungkin tidak pernah kenal satu sama lain, namun saat ini bergabung dalam sebuah tim dan memiliki satu visi dan misi, yaitu mengembangkan pariwisata Indonesia dan memperkenalkannya ke kancah dunia," tukas Abdulbar.

Dalam sambutan yang menularkan semangat itu, Abdulbar menyampaikan enam gebrakan para Avengers ITDC, antara lain :

  1. Penyelesaian sengketa tanah seluas 109 hektar melalui dana kerohiman, yang menyelesaikan permasalahan selama 29 tahun.
  2. Percepatan pembangunan The Mandalika, di mana telah diselesaikan Masjid Nurul Bilad, Kuta Beach Park, Pengolahan air berteknologi SWRO, infrastruktur kawasan dan jalan sepanjang 11km, Hotel Pullman Mandalika yang sedang dibangun, serta Kawasan UMKM Bazaar Mandalika yang baru selesai.
  3. Penandatanganan Master LUDA dengan Vinci Construction and Grand Projets senilai 1 milyar USD, dan LUDA dengan 7 investor, sehingga seluruh komitmen investasi sebesar Rp 17 trilyun sudah dapat kita bukukan.
  4. Principal Approval dari AIIB dan disetujuinya Penjaminan Negara oleh Menteri Keuangan, sebagai syarat mendapatkan pembiayaan sebesar $ 248 juta atau setara dengan Rp 3,6 trilyun untuk infrastruktur Mandalika sebelum akhir tahun 2018.
  5. Keberhasilan bisnis baru DMO (Destinational Management Organization) mendapatkan kepercayaan pemilik tanah menggunakan branding ITDC sebagai pengelola destinasi di KEK Singhasari, Bali Utara, dan ke depan di Gabon.
  6. Dan yang sangat membanggakan adalah keberhasilan the Nusa Dua sebagai tuan rumah IMF-WBG 2018 Annual Meeting, yang telah menetapkan standar baru untuk penyelenggaraan Annual Meeting ke depan.


Seremoni perayaan HUT ke 45 ITDC di kawasan The Mandalika dihadiri Komisaris Utama ITDC I Gede Ardika, Komisaris ITDC Lalu Gita Aryadi, sejumlah pejabat Pemprov NTB, Kabupaten Lombok Tengah, serta para Kepala Desa di wilayah penyangga kawasan The Mandalika.

Hadir pula jajaran ITDC, Direktur Operasi Ngurah Wirawan, Direktur Pengembangan Edwin Darmasetiawan, Managing Director the Nusa Dua, Wayan Karioka, Project Director The Mandalika Hari Wibisono, dan jajaran karyawan ITDC.

Dalam sambutannya, Dirut ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, amanat yang diemban oleh ITDC sebagai BUMN pengembang pariwisata Indonesia memegang peran yang luar biasa dalam membangun sebuah destinasi pariwisata.

Jika melihat sejarah ITDC selama 45 tahun sejak berdiri, ITDC pernah dan akan terus menorehkan tinta sejarah sebagai perusahaan yang berhasil merubah tanah tandus di ujung selatan Bali menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia yang sekarang dikenal sebagai The Nusa Dua.

"Seiring dengan berjalannya waktu, rutinitas yang padat dan berbagai agenda yang saling berkejaran, kadang kita lupa dengan prestasi tersebut, bahwa perusahaan inilah yang melahirkan kawasan pariwisata pertama di Indonesia, yang kini menjadi salah satu integrated resort terbaik di dunia. Tapi itulah kita, a miracle-making company: a company that makes a difference. Dan kesadaran atas identitas kita itulah yang menggerakan saya setiap hari untuk bersama-sama dengan Anda sekalian terus berkarya di sini," katanya.

Momentum Terus Berinovasi

Abdulbar menekankan, ITDC terus mengembangkan destinasi pariwisata Indonesia yang sarat dengan apresiasi nilai budaya, ramah lingkungan, dan berbasis komunitas. Keseimbangan antara culture, sustainability, dan community development merupakan tantangan dan juga kesempatan.

"Masa 45 tahun ini merupakan proses pembelajaran yang panjang dimana inovasi dan transformasi bisnis harus selalu kembali pada keseimbangan. Bagaimana ITDC terus berkembang dan bertransformasi menjadi perusahaan yang inovatif, namun tanpa tergerus oleh inovasinya sendiri dan kehilangan arah maupun tujuan utama kita, yaitu ketahanan perusahaan dalam menghadapi disrupsi dalam industri pariwisata dan laju zaman," katanya.

Ada berbagai contoh proses bisnis ITDC yang menunjukkan bagaimana ITDC berinovasi, antara lain inovasi Eco Tourism di Mandalika dengan energi terbarukan dan ramah lingkungan sebagai motor penggerak melalui panel energi tenaga surya dan sistem penyediaan air bersih dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis.

"Begitu pun dalam pengelolaan the Nusa Dua, kita benar-benar mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi menjadi satu kesatuan," jelasnya.

Selain itu, tambah dia, inovasi perusahaan di industri pariwisata terwujud dalam pengembangan digital tourism platform melalui Xplorin, yang dapat menghadapi potensi disrupsi di industri pariwisata.

Menurutnya, untuk dapat berkembang dan terus berkembang ke depan ITDC memprioritaskan inovasi yang berpusat pada nilai inti untuk memberdayakan insan dan organisasi untuk "berbuat lebih banyak."

Kreativitas, thinking outside the box dan percaya pada kemampuan bertransformasi harus ada di masing-masing anggota keluarga ITDC.

"Pekerjaan terbaik terjadi ketika Anda tahu bahwa itu bukan hanya bekerja, tetapi sesuatu yang akan meningkatkan kehidupan orang lain. Ini harus menjadi motivasi yang akan mendorong kita masing-masing di perusahaan ini untuk melakukan yang terbaik," katanya.

Abdulbar menegaskan, banyak perusahaan bercita-cita mengubah dunia. Tetapi sangat sedikit yang memiliki semua elemen yang dibutuhkan, yakni track record, bakat, sumber daya, dan ketekunan.

"Selama 45 tahun kita telah membuktikan bahwa kita memiliki ketiganya dalam kelimpahan. Dan sebagai direktur utama, saya tidak bisa meminta modal kerja yang lebih baik dari ini. Let’s create destinations together !," pungkas Abdulbar. K18/*