Mantap .. !! PLN Luncurkan Program Inovasi Layanan Satu Pintu di NTB

Advertisement

Mantap .. !! PLN Luncurkan Program Inovasi Layanan Satu Pintu di NTB

KATAKNEWS.com
Minggu, 18 November 2018

LAYANAN SATU PINTU PLN. Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah didampingi GM PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka,saat meluncurkan program LSP PLN,  Minggu (18/11) di  lapangan Sangkareang, Kota Mataram (KATAKNEWS/Istimewa)


MATARAM, KATAKNEWS.com -  PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), meluncurkan Layanan Satu Pintu (LSP) untuk layanan penyambungan baru dan penambahan daya.

Peluncuran inovasi layanan PLN itu dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah didampingi General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka, Minggu (18/11) di sela kegiatan Fun Walk Hari Listrik Nasional ke-73, di lapangan Sangkareang, Kota Mataram.

Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Listrik Nasional ke-73, itu juga dihadiri Kepala Dinas Energi dan Sumber daya Mineral provinsi NTB, H Muhammad Husni.

Gubernur Provinsi NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh PLN NTB.

“Kita biasanya hanya mengeluh kalau listrik mati, tapi tidak tahu bagaimana perjuangan insan kelistrikan PLN melistriki tanah air. Saya ucapkan terima kasih kepada PLN karena telah berjuang melistriki NTB,” kata Gubernur Zul.

Ia  berharap PLN terus memberikan inovasi terbaiknya bagi masyarakat NTB. Termasuk meningkatkan rasio kelistrikan di daerah ini.

Sebab, listrik merupakan kebutuhan sangat mendasar yang bisa mendorong perkembangan di daerah, baik dari sisi perekonomian masyarakat, dan juga iklim investasi di daerah.

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka mengatakan, peluncuran LSP  sebagai bukti inovasi layanan PLN di wilayah NTB, terutama paska bencana gempa bumi.

"Inovasi ini sebagai upaya memberikan kemudahan bagi pelanggan dan meningkatkan pelayanan PLN," kata Rudi.

Ia mengatakan, layanan satu pintu ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat di Provinsi NTB untuk menikmati listrik.

“Alhamdulillah setelah Lombok kembali terang paska diguncang gempa, kami bisa kembali berinovasi," tukasnya.

Rudi menjelaskan, LSP merupakan reformasi pelayanan dalam rangka meningkatkan kemudahan masyarakat untuk mengakses listrik.

"Kami ingin masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan layanan PLN,” ujar Rudi.

Hadirnya LSP merupakan sinergi dan integrasi dari tiga layanan yaitu PLN, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Lembaga Inspeksi Teknik (LIT).

Di mana LIT merupakan perusahaan jasa penyedia sertifikasi untuk menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan layanan listrik dari PLN. Dengan hadirnya LSP, proses penerbitan SLO dapat dilakukan satu pintu melalui PLN.

“Ini merupakan wujud kerjasama PLN bersama pemerintah dimana tujuannya memberikan kemudahan kepada pelanggan. Semua layanan dilaksanakan satu pintu,” terang Rudi.

Layanan Berbasis Digital

Manajer Komunikasi PLN UIW NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo mengatakan,  LSP yang diluncurkan juga dilengkapi platform berbasis aplikasi digital.

Menurut dia, untuk mendapatkan Layanan Satu Pintu, permohonan layanan penyambungan baru atau tambah daya dapat dilakukan melalui Contact Center PLN 123, Website PLN www.pln.co.id.

"Atau pun bisa melalui aplikasi digital PLN Mobile yang tersedia di Google Play dan IOS," terangnya.

Setelah itu, pelanggan dapat memilih LIT sebagai lembaga untuk mengurus SLOnya.

Setelah memilih, pelanggan kemudian akan mendapatkan kode booking sebagai referensi untuk melakukan pembayaran pada Payment Point Online Bank (PPOB).

"Kode booking tersebut akan diteruskan kepada LIT untuk ditindaklanjuti proses sertifikasi instalasi listrik milik pelanggan, parallel dengan penyambungan listrik ke rumah pelanggan," jelasnya.

Ia mengataan, berdasarkan data PLN, saat ini rasio elektrifikasi di NTB terus meningkat.

Pada Desember tahun 2017, rasio elektrifikasi sebesar 83,52 persen, meningkat menjadi 90 persen hingga Oktober 2018.

Angka tersebut berada di atas target pemerintah pada Rencana umum Kelistrikan Nasional (RUKN) yaitu sebesar 88,24 persen.

"Kehadiran LSP ini juga dapat membantu akselerasi peningkatan rasio elektrifikasi di NTB dan mewujudkan Nusa Terang Benderang," tukasnya. K18/*